Kamitetep Bisa Picu Penyakit Kulit, Ini Tanda dan Gejalanya!

gigitan kamitetep
(BugGuide)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kamitetep (Phereoeca uterella) adalah spesies ngengat yang berasal dari famili Tinedae dan ordo Lepidoptera, sama halnya seperti kupu-kupu.

Serangga ini ditemukan dalam bentuk larva atau ulat dalam kepompong sehingga beberapa kalangan juga menyebutnya sebagai ulat kantong atau bagworm.

Kepompong ini berbentuk seperti biji labu yang pipih dan lunak. Kepompong ini terbentuk dari serat sutra, pasir, tanah, hingga rambut manusia. Kamitetep umumnya tinggal di sejumlah bagian rumah yang lembap, berdebu, dan gelap, misalnya dinding, lemari, dan bawah kasur.

Masalah kulit

Makanan utama kamitetep adalah serat sutra dan jaring laba-laba. Hal ini membuat serangga ini bisa menjadi hama karena bisa merusak pakaian berbahan sutra atau wol.

Pada dasarnya, kamitetep ini tidak berbahaya bagi manusia. Masalah kulit yang terjadi umumnya bukan karena gigitan kamitetep, tetapi kemungkinan disebabkan oleh bulu yang terdapat padanya.

Melansir DermNet NZ, sebagian spesies ulat bisa mengembangkan duri atau bulu halus sebagai cara untuk mempertahankan diri dari pemangsa. Bulu halus yang mungkin beracun ini akan secara langsung mengiritasi dan menimbulkan sejumlah gejala, seperti kulit gatal dan bengkak.

Tanda dan Gejala Penyakit Kulit Akibat Kamitetep

Reaksi kulit terhadap sengatan bulu halus dari serangga ini biasanya cukup ringan dan tidak separah gigitan serangga lain, seperti lebah, tawon, atau kutu kasur.

Namun, respons imun tubuh terhadap racun ini bisa menyebabkan ruam dan gangguan kulit lainnya yang dapat berlangsung dalam hitungan jam hingga hari.

Sejumlah tanda dan gejala penyakit kulit akibat sengatan kamitetep, antara lain:

  • kemerahan,
  • kulit gatal,
  • sakit dan nyeri,
  • pembengkakan pada area sengatan, dan
  • sensasi terbakar.

Selain gangguan pada kulit, sengatan ulat bulu dapat menimbulkan reaksi alergi parah atau syok anafilaksis pada sebagian orang.

BACA JUGA: Simak, Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya!

Kondisi ini bisa menimbulkan gejala yang parah, seperti mual, muntah, detak jantung tidak beraturan, kesulitan bernapas, mengi, hingga kehilangan kesadaran.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun