Jorge Martin Kecelakaan hingga Patah Tulang, Dipastikan Absen di MotoGP Jepang

Jorge Martin kecelakaan
Jorge Martin saat mengalami kecelakaan saat balapan sprint pada MotoGP Jepang, Sabtu, 28 September 2025. (X/crasggp)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Juara bertahan MotoGP, Jorge Martin kembali diterpa nasib buruk di Musim 2025, ia mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan patah tulang selangka kanan pada sprint race MotoGP Jepang, Sabtu (27/9/2025).

Martin yang start dari posisi ke-17, mencoba menyelinap pada tikungan pertama tetapi kehilangan kendali sepeda motor RS-GP miliknya. Tubuh bagian atasnya menghantam sisi motor rekan setimnya, Marco Bezzecchi, hingga keduanya sama-sama terjatuh dan gagal melanjutkan balapan.

Keduanya sempat mendapat bantuan marshal sebelum berjalan meninggalkan lintasan. Martin terlihat memegangi bahunya, dan pemeriksaan medis di sirkuit mengonfirmasi adanya patah tulang selangka kanan yang bergeser.

Ia pun langsung diterbangkan dengan helikopter ke Rumah Sakit Universitas Dokkyo untuk menjalani CT scan.

Aprilia memastikan Martin absen pada balapan utama MotoGP Jepang, Minggu (28/9/2025), dan akan menjalani operasi di Barcelona pada Senin (29/9/2025) yang ditangani dokter Xavier Mir.

“Besok pagi Jorge Martin akan terbang ke Spanyol untuk menjalani operasi penyambungan dan pemasangan pelat pada tulang selangka,” bunyi pernyataan resmi tim.

Baca Juga:

Jorge Martin Jadikan MotoGP Jepang Sebagai Ujian Nyata Adaptasi Bersama Aprilia

Tak Mau Kalah, Ducati Bongkar ‘Laci Rahasia’ demi Redam Pesaing Marc Marquez di MotoGP

Cedera ini menambah daftar panjang masalah fisik Martin, setelah sebelumnya sempat patah tulang saat tes Sepang, insiden latihan pramusim, dan kecelakaan di Qatar yang membuatnya absen di 10 dari 11 seri awal.

Padahal, Martin baru saja menyatakan pramusimnya resmi berakhir seusai tampil konsisten di lima seri beruntun serta tes Misano.

Dengan kondisi terbaru, Martin hampir pasti melewatkan seri MotoGP Indonesia pekan depan. Ia diperkirakan baru bisa kembali di Phillip Island bulan depan, meski ada kemungkinan Aprilia memilih menepikan pembalapnya hingga seri penutup di Portimao dan Valencia.

Selain itu, Martin masih berpotensi menerima sanksi dari FIM Steward karena insiden di tikungan pertama, meski sidang disiplin ditunda hingga dirinya pulih.

Sementara itu, Marco Bezzecchi hanya mengalami memar pada kaki kanan tanpa cedera serius. Runner-up GP Misano itu kini tertinggal 20 poin dari Francesco Bagnaia dalam perebutan posisi ketiga klasemen dunia.

Insiden di tikungan pertama tersebut juga melibatkan Alex Rins, Johann Zarco, dan Jack Miller, tetapi ketiganya berhasil melanjutkan balapan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City