JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI intensif melakukan pemantauan terhadap pendistribusian dan pendataan gas elpiji 3 kg di tingkat agen dan pangkalan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan gas hingga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadan dan Lebaran.
Dia juga mengungkapkan, bahwa pemantauan tersebut dilakukan bersama PT Pertamina untuk memastikan pasokan gas tetap terjaga.
“Monitoring ini mencakup lima wilayah kota, Jakarta, melibatkan agen dan pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah,” kata Elisabeth dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2025).
Menurut dia, gas elpiji 3 kg adalah komoditas penting yang penyalurannya disubsidi pemerintah, sehingga penting untuk memastikan distribusi tepat sasaran, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang berhak mendapatkannya.
“Dinas PPKUKM DKI Jakarta telah berkoodinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai operator utama untuk memastikan pasokan di Jakarta mencukupi, dengan jumlah agen sebanyak 269 dan pangkalan sebanyak 269 dan pangkalan sebanyak 5.476,” ujarnya.
Dia menyampaikan, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa harga elpiji subsidi di tingkat pangkalan tetap sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2015 yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Untuk wilayah DKI Jakarta, HET elpiji 3 kg di tingkat pangkalan adalah Rp16.000 per tabung, sedangkan untuk Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu harga berada di kisaran Rp. 18.500 hingga Rp.19.500,” ujarnya.
BACA JUGA:
Nekat Suntik Tabung Gas 3 Kg ke 12 Kg. Polisi Grebek Pangkalan Gas LPG di Jakut
Libatkan Asosiasi PKL, Bahlil Ingin Subsidi Gas LPG 3 Kg Tepat Sasaran dan Tidak Ada Kebocoran
Menurut dia jumlah kuota yang diusulkan mencerminkan kebutuhan gas masyarakat selama HKBN, termasuk untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
“Dengan pemantauan ini, kami harap distribusi elpiji bisa berjalan lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ucapnya.
(Agus Irawan/Usk)