Jelang Laga Italia vs Israel, 10.000 Demonstran Pro-Palestina Bersiap Gelar Aksi Besar di Udine

Italia vs Israel
Italia vs Israel (ATTILA KISBENEDEK/AFP)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Otoritas keamanan Italia resmi menetapkan status siaga satu atau tingkat risiko tertinggi menjelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara timnas Italia vs Israel.

Pertandingan Italia vs Israel ini digelar pada matchday kedelapan Grup I Zona Eropa, Selasa (14/10/2025), di Stadion Friuli, Udine. Sebelumnya, Gli Azzurri akan lebih dulu melakoni laga tandang ke markas Estonia pada Sabtu (11/10/2025), sementara Israel menghadapi pemuncak klasemen Norwegia di hari yang sama.

Pemerintah Italia telah menyiapkan langkah antisipasi sejak jauh hari, mengingat duel ini sarat dengan muatan politis. Lebih dari 10 ribu demonstran diperkirakan bakal memadati area sekitar stadion sebagai bentuk protes terhadap tindakan genosida Israel di Gaza.

Aksi besar-besaran ini digagas oleh Komite Palestina-Udine yang menyerukan gerakan anti-Zionisme. Para pengunjuk rasa akan berkumpul beberapa jam sebelum kick-off dan dipandang oleh otoritas setempat sebagai potensi bagi “infiltrasi kelompok ekstremis.”

“Itulah sebabnya pembatasan ketat telah diberlakukan. Dari pukul 08.00 hingga tengah malam pada Selasa, penjualan minuman dalam kemasan kaca, keramik, atau kaleng dilarang,” tulis Sportmediaset.

“Sementara bar dan restoran diwajibkan untuk menyingkirkan furnitur luar ruangan dan teras untuk mencegah digunakan sebagai senjata,” lanjut laporan tersebut.

Komite Ketertiban dan Keamanan Publik Italia juga telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas protokol pengamanan dan jalur massa demonstran yang menyerukan boikot pertandingan. Nantinya, para demonstran akan diarahkan ke pusat kota, sedangkan suporter hanya diperbolehkan masuk stadion setelah melalui pemeriksaan ketat.

Sementara itu, timnas Israel akan menginap di lokasi yang dirahasiakan. Tim asuhan Ran Ben Shimon bahkan menggunakan jasa Mossad, badan intelijen Israel, untuk melakukan pengamanan selama 24 jam penuh.

BACA JUGA:

Jelang Lawan Israel, Timnas Italia Diterpa Sorotan dan Desakan Boikot

Mardani PKS: Kedatangan Atlet Senam Israel Wajib Ditolak!

Langkah tersebut menuai kontroversi karena Pemerintah Italia membantah telah memberikan izin kepada Mossad untuk turun langsung di lapangan. Akan tetapi, pihak Israel tetap mengizinkan kehadiran agen mereka dengan alasan keamanan nasional.

Jumlah penonton pun dibatasi. Dari total kapasitas 25 ribu kursi Stadion Friuli, hanya sekitar lima ribu yang dibuka untuk publik. Sekitar 1.000 personel keamanan disiagakan untuk mengawal jalannya pertandingan.

Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, menilai atmosfer pertandingan kali ini akan berbeda karena pengaruh faktor nonteknis begitu kuat.

“Kami harus fokus untuk melakukan tugas bagian kami, bekerja penuh konsentrasi, dan tidak terjebak semua hal yang datangnya dari luar,” ujarnya.

“Kami butuh hasil. Israel masih bersaing. Kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan kami siap,” lanjutnya.

“Saya memahami permasalahan (keamanan) itu. Kami tahu bahwa kami harus tetap memainkan pertandingan karena kalau tidak, kami akan kalah 0-3 (WO). Sedih melihat apa yang terjadi (di Gaza). Sungguh menyakitkan hati,” tutur legenda AC Milan tersebut.

“Namun, kami tak bisa mengatakan atmosfer pertandingan nanti akan tenang,” imbuhnya.

Dari pihak demonstran, perwakilan Komite Pro-Palestina menyatakan pihaknya akan tetap konsisten menyuarakan pembelaan terhadap rakyat Palestina, meski ada tekanan dari berbagai pihak agar FIFA dan UEFA mencoret Israel.

“Tuntutan kami tidak berubah,” kata seorang juru bicara kepada Reuters.

“Kami berdiri bersama rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk hak menentukan nasib sendiri, hak kembali, dan hak hidup bebas dari pendudukan di Gaza dan seluruh Palestina. Tekanan kami tidak akan berhenti hingga rakyat Palestina sepenuhnya terbebas,” ungkapnya.

Secara teknis, Italia wajib memenangi seluruh laga tersisa untuk menjaga peluang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Saat ini, Gli Azzurri menempati peringkat kedua klasemen Grup I dengan 9 poin, tertinggal cukup jauh dari Norwegia yang kokoh di puncak dengan 15 poin dan selisih gol lebih baik (+15 berbanding +9).

Adapun Israel berada di posisi ketiga dengan poin sama seperti Italia, namun sudah memainkan satu laga lebih banyak.

(Haqi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026