Deretan Calon Lawan Timnas Indonesia di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia
Timnas Indonesia (X/@unmagnetism)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Timnas Indonesia dipastikan melanjutkan kiprah mereka di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Setelah finis di peringkat keempat Grup C, skuad asuhan Patrick Kluivert resmi melangkah ke fase berikutnya dan berpeluang menghadapi sejumlah lawan tangguh.

Total enam tim akan bersaing di babak keempat nanti. Seluruh peserta akan dibagi ke dalam dua grup untuk memperebutkan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia sendiri ditempatkan di pot ketiga, bersama beberapa tim lainnya.

Lantas siapa saja calon lawan Skuad Garuda di babak keempat nanti?

Qatar

Qatar menjadi salah satu calon kuat yang bisa dihadapi oleh Indonesia. Tim asal Timur Tengah ini sebelumnya finis di peringkat keempat Grup A dengan torehan 13 poin. Dalam sepuluh pertandingan, mereka mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan.

Qatar sendiri baru mencatatkan debut di Piala Dunia pada edisi 2022 ketika mereka menjadi tuan rumah. Kini, mereka menargetkan partisipasi kedua di ajang empat tahunan tersebut.

Arab Saudi

Calon lawan berikutnya adalah Arab Saudi, tim yang juga berada satu grup dengan Indonesia pada babak ketiga. The Green Falcons finis di peringkat ketiga Grup C dan lolos bersama Timnas Indonesia.

Dalam dua pertemuan terakhir, Garuda mencatatkan satu kemenangan 2-0 dan satu hasil imbang 0-0 atas Arab Saudi. Arab Saudi sendiri sudah enam kali tampil di Piala Dunia, dengan pencapaian terbaik saat lolos ke babak 16 besar pada 1994.

BACA JUGA:

Pesta Gol, Timnas Indonesia U-23 Libas Brunei 8-0 di Piala AFF U-23 2025

Pelatih Thailand Waspadai Timnas Indonesia Jelang Piala AFF U-23 2025

Irak

Irak juga berpeluang menjadi lawan berikutnya bagi Indonesia. Tim ini menempati posisi ketiga di Grup B dengan koleksi 15 poin hasil dari empat kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan.

Meski baru sekali tampil di Piala Dunia pada tahun 1986, Irak tetap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Mereka kini berambisi besar untuk kembali mencatat sejarah di Piala Dunia 2026.

Uni Emirat Arab (UAE)

Satu lagi calon lawan yang mungkin dihadapi Timnas Indonesia adalah Uni Emirat Arab (UAE). Mereka finis di posisi ketiga Grup A dengan 15 poin, mencatatkan empat kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan selama babak ketiga.

Uni Emirat Arab pernah mencicipi Piala Dunia pada 1990 dan sejak saat itu belum pernah lolos lagi. Kini, mereka mengincar momen kebangkitan dan siap bersaing di babak keempat untuk merebut tiket menuju turnamen prestisius tersebut.

(Haqi/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City