Jejak ‘Wisata Seks’ Kawin Kontrak Cianjur, Terkenal Sampai Luar Negeri!

kawin kontrak cianjur
(iStock)
-

Tidak ada video disisipkan.

CIANJUR, TEROPONGMEDIA.ID — Cianjur telah lama terkenal sebagai destinasi wisata seks dan kawin kontrak bagi turis luar negeri, terutama dari Timur Tengah. Fenomena ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Cianjur pada tanggal 18 Juni 202. Pemerintah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang melarang praktik kawin kontrak di daerah tersebut.

Meskipun demikian, hingga saat ini, masih terjadi banyak kasus praktik kawin kontrak Cianjur. Meskipun telah keluar larangan, belum ada ketentuan sanksi yang jelas terkait pelanggaran praktik kawin kontrak. Praktik kawin kontrak di Kota Santri Cianjur ini telah terdeteksi sejak 2015.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyatakan bahwa sanksi dapat dikaitkan dengan peraturan daerah (Perda) dan undang-undang yang berlaku, seperti terkait dengan trafficking dan perlindungan anak. Namun, penegakan larangan ini masih menjadi tantangan bagi pihak berwenang.

Sejarah

Salah satu kasus yang mencuat adalah kisah Sarah, seorang wanita berusia 21 tahun asal Cianjur, yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh suaminya yang merupakan warga negara Arab Saudi. Kasus seperti ini menjadi bukti nyata bahwa praktik kawin kontrak di Cianjur masih berlangsung, meskipun sudah ada larangan resmi dari pemerintah daerah.

Praktik kawin kontrak Cianjur menjadi ironi tersendiri, mengingat reputasi kota ini sebagai salah satu kota santri di Jawa Barat yang cukup terkenal. Fenomena ini lambat laun menggeser predikat Kota Santri tersebut, memudarkan prestise ribuan pondok pesantren di kawasan tersebut.

BACA JUGA: Remaja di Cianjur Terjebak Kawin Kontrak Karena Gaya Hidup

Fenomena kawin kontrak paling sering terjadi di beberapa wilayah di Cianjur, seperti Puncak (Cipanas), Sukarsemi, dan Pacet. Para wanita di sana dimanfaatkan oleh pria dari Timur Tengah untuk menjadi istri dalam waktu tertentu sesuai dengan perjanjian.

Wanita yang terlibat dalam praktik kawin kontrak seringkali terjebak dalam kondisi ekonomi yang sulit, sehingga tergiur oleh iming-iming uang dan harta benda dari praktik tersebut. Meskipun ada akad nikah dan ijab kabul, hal tersebut sering kali hanya menjadi akal-akalan untuk menghindari tuduhan berzina.

Meskipun telah dilarang, praktik kawin kontrak masih terjadi, terutama saat musim liburan. Para pengelola jasa ‘travel dadakan’ kerap menawarkan jasa kawin kontrak kepada turis asing, khususnya pada musim haji yang bersamaan dengan liburan di Timur Tengah.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian