BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Islam Makhachev mungkin sedang berada di puncak kebanggaan kariernya, namun di balik sorotan kamera Madison Square Garden, ada satu sosok yang justru memegang kepala, yakni bos UFC Dana White.
Kemenangan mutlak Makhachev atas Jack Della Maddalena di UFC 322 bukan hanya sejarah, tapi juga menjadi “sumber masalah baru” bagi bos UFC tersebut.
Pertarungan yang digelar Minggu (16/11/2025) itu awalnya diprediksi akan berlangsung ketat. JDM datang dengan reputasi sebagai penghancur kelas welter, bahkan pernah mematahkan dominasi Belal Muhammad. Tetapi kenyataan di oktagon jauh berbeda. Makhachev menguasai tiap detik duel, memenangkan lima ronde penuh, dan pulang membawa sabuk kedua dalam kariernya.
Kemenangan yang seharusnya jadi kabar baik bagi UFC malah menempatkan Dana White dalam situasi dilematis.
Dalam sekejap, Makhachev menjelma menjadi juara dua divisi dan itu membuat White harus menyusun ulang peta pertarungan, ranking, hingga peluang titel yang selama ini sudah disiapkan untuk berbagai kandidat.
Kemenangan itu menciptakan kekacauan mewah, terlalu banyak petarung kini berebut kesempatan, sementara Makhachev berdiri di dua gerbang berbeda, kelas ringan dan kelas welter.
Dana White, yang biasanya tegas dalam menentukan calon penantang, kali ini benar-benar kehilangan arah.
“Saya belum tahu,” ujar White, dikutip dari BJPENN, Senin (17/11/2025).
“Hal hebat sekaligus membingungkan adalah kita punya terlalu banyak opsi. Semua tergantung apa yang dia mau,” sambungnya.
Baca Juga:
Muhammad Mokaev Dipecat dari UFC, Dana White Sarankan Pindah ke PFL
Islam Makhachev Jadi Raja Dua Divisi UFC, Lampaui Khabib
Makhachev tidak hanya menang. Ia mengacak rencana UFC yang sebelumnya sudah matang.
White bahkan mengaku terkejut karena memprediksi JDM akan memberi perlawanan lebih keras.
“Saya pikir pertarungan itu akan lebih sulit untuk Makhachev. Jack itu tangguh dan gigih. Tapi Islam mendominasinya dari awal sampai akhir,” kata White.
Sementara Dana White sibuk memutar otak, Makhachev justru sudah mengarahkan bidikannya. Sang manajer, Ali Abdelaziz, mengungkap bahwa petarung Dagestan itu ingin melawan sosok legendaris: Kamaru Usman.
“Islam ingin Usman sebagai lawan berikutnya. Dia ingin pertarungan yang keras dan sesungguhnya,” ujar Abdelaziz.
Di tengah banyaknya kandidat,seperti Shavkat Rakhmonov, Michael Morales, Carlos Prates, hingga Belal Muhammad, White justru harus memikirkan bagaimana menjaga keseimbangan dua divisi yang kini digenggam satu orang.
Kemenangan yang seharusnya memudahkan UFC justru membuka badai pilihan baru dan Makhachev menjadi pusat dari kekacauan yang membuat sang presiden UFC pusing tujuh keliling.
(Budis)










