JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Citadel memperkenalkan UmHajGo, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang menjadi pendamping digital bagi jemaah Umrah dan Haji.
Platform ini menyatukan seluruh kebutuhan perjalanan ibadah jemaah ke dalam satu ekosistem digital mulai dari persiapan, navigasi selama berada di Tanah Suci, hingga layanan pasca perjalanan.
Dato’ Jeff S. Medina mengatakan, bahwa UmHajGo dibangun sebagai pondasi ekosistem digital syariah yang aman, terukur, dan dapat diandalkan.
“Fokus kami adalah mempermudah aspek teknis perjalanan ibadah agar jemaah dan keluarga merasa tenang, dengan informasi yang jelas dari awal hingga akhir,” kata dia, melansir Berita Satu, Kamis (27/11/2025).
Kehadiran aplikasi ini bertepatan dengan berlakunya UU Nomor 14 Tahun 2025, yang memberi kesempatan kepada jemaah Indonesia untuk menjalankan Umrah secara mandiri.
Situasi ini memunculkan tantangan baru mulai dari perencanaan yang tersebar di banyak platform, kebutuhan keamanan yang lebih tinggi, hingga risiko tersesat di kawasan dengan kepadatan jemaah yang ekstrem.
UmHajGo mencoba menjawab seluruh masalah tersebut melalui pendekatan terintegrasi.
Tiga Pilar Fitur Utama UmHajGo

- Sebelum Keberangkatan
Aplikasi menyediakan serangkaian fitur untuk membantu tahap persiapan, seperti:
- perancangan itinerary sesuai jadwal pribadi,
- pemesanan tiket dan hotel dalam satu ekosistem,
- panduan persiapan ibadah serta kebutuhan dokumen.
Pendekatan ini memudahkan jemaah yang biasanya harus berpindah antar aplikasi untuk mengatur keberangkatan.
- Selama di Tanah Suci
Bagian ini menjadi keunggulan utama UmHajGo. Di area dengan jutaan jemaah, fitur navigasi dan keamanan sangat dibutuhkan. Aplikasi menyediakan:
- peta real-time 3D dan AR,
- deteksi kerumunan berbasis AI,
- e-locator untuk pelacakan posisi jemaah dan rombongan.
Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko tersesat dan memudahkan keluarga memonitor posisi anggota yang sedang beribadah.
- Setelah Kembali ke Tanah Air
Usai perjalanan, pengguna dapat mengakses:
- rekomendasi paket perjalanan lanjutan,
- konten spiritual pasca ibadah,
- layanan yang akan datang seperti wasiat digital dan takaful.
Baca Juga:
Penyembelihan Dam Haji Bisa Dilakukan di Indonesia? Ini Kata Menhaj
Kemenhaj Ingin Kurangi Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 38 Hari
Citadel juga memperkuat kehadiran bisnisnya di Indonesia dengan mendirikan PT Citadel Group Indonesia di Jakarta. Dukungan juga datang dari kalangan ulama. Dr KH Marsudi Syuhud, MM menilai inovasi ini sejalan dengan prinsip syariah.
“Teknologi seperti ini membantu umat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, karena panduan dan informasinya jelas.”
Peluncuran UmHajGo menjadi langkah strategis Citadel dalam menghadirkan ekosistem digital Tayyib yang tidak hanya memenuhi standar syariah, tetapi juga menjawab kebutuhan jemaah modern.
(Dist)