Ini Alasan Padel di Indonesia Diprediksi Tak Akan Redup Seperti di Swedia

Padel
Wakil Ketua Umum II PBPI, Akash Prem Nathani (Instagram/pbpadelindonesia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kabar mengejutkan datang dari Swedia. Industri padel yang sempat naik daun kini dikabarkan mulai meredup, akankah situasi serupa akan terjadi di Indonesia?

Padel saat ini tengah berkembang pesat di berbagai kota besar Indonesia. Namun, belakangan muncul kekhawatiran di kalangan pelaku dan pengurus federasi olahraga asal Amerika Latin tersebut setelah mendengar kabar suram dari Swedia.

Industri padel di negara Skandinavia itu sebelumnya mengalami lonjakan besar pada masa pandemi Covid-19. Namun kini, berdasarkan laporan stasiun televisi publik Swedia SVT, lebih dari 100 fasilitas padel tutup antara tahun 2022 hingga 2024.

Bukan karena masyarakat berhenti bermain, melainkan jumlah lapangan yang dibangun jauh melebihi kebutuhan. Kondisi tersebut turut berdampak pada perusahaan ritel peralatan padel yang kini mengalami kelebihan stok.

Lantas, apakah tren serupa akan terjadi di Indonesia?

CEO ANFA Arena sekaligus Wakil Ketua Umum PB Padel Indonesia (PBPI), Akash Nathani, menilai kondisi di Tanah Air tidak bisa disamakan dengan Swedia.

“Saya kira membandingkan padel di Swedia dengan Indonesia itu tidak apple to apple ya,” kata Akash saat ditemui BolaSport di ANFA Arena, Jakarta.

“Coba kita lihat jumlah penduduk Swedia cuma 10 juta, sementara di sini (Jakarta) saja sudah 12 juta. Banyak lansia juga di sana,” ujarnya.

Akash optimistis, padel di Indonesia justru akan berkembang pesat dalam 10 tahun mendatang.

Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Saat ini, komunitas dan klub padel di Indonesia terus bertambah setiap bulan. Dukungan juga datang dari tradisi kuat Indonesia di cabang olahraga raket, terutama sektor ganda.

BACA JUGA:

Ini 15 Negara Yang Demam Olahraga Padel Selain Indonesia

Padel Mendadak Tren di Indonesia, Swedia Malah Tutup Ratusan Lapangan

“Dalam waktu dekat, 10 atlet putra dan 10 atlet putri akan berangkat ke kejuaraan internasional bertajuk World Asia Cup Qatar 2025,” ucapnya.

“Tanggal 11-13 kami TC di Republic Padel Simprug,” lanjutnya.

Akash menyebut, ajang tersebut akan menjadi langkah awal bagi tim nasional padel Indonesia untuk tampil di panggung internasional.

“Target dari PBPI adalah menimba ilmu dari lawan-lawan nanti supaya ke depan bisa lebih baik lagi,” tutup Akash.

(Haqi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian