Heboh Exit Poll di Melbourne Umumkan Kemenangan Ganjar-Mahfud, Apa Kata KPU?

Bawaslu Jabar
ILUSTRASI pemungutan suara Pemilu 2024. (Foto: Rizky Iman/Teropong Media)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: KPU mengingatkan soal hasil penghitungan suara Pemilu 2024 di luar negeri dalam sistem quick count atau exit poll, cuma boleh diumumkan usai proses pemungutan suara di dalam negeri, khususnya wilayah waktu Indonesia bagian barat (WIB) tuntas.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy’ari. Peringatan tersebut olehnya, untuk merespons beredarnya hasil exit poll di media sosial menyoal penghitungan suara di Melbourne, Australia.

BACA JUGA: Legislator Sarankan KPU RI Respon Cepat Terkait Administrasi Kependudukan

Hasil exit poll yang tidak disertai dengan sumber lembaga survei itu, mengumumkan kemenangan untuk pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud.

Hasyim menyampaikan, soal aturan terkait pengumuman hasil exit poll tersebut sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Pengumuman hasil hitung suara (quick count atau exit poll) hanya boleh diumumkan setelah pemungutan suara dalam negeri (WIB) telah selesai,” ungkap Hasyim kepada awak media, Minggu (11/2/2024).

Hasyim menjelaskan, berdasarkan Pasal 449 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu hasil exit poll atau quick count, baru boleh diumumkan dua jam usai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat selesai.

Lembaga survei yang mau mengumumkan hasil quick count atau exit poll tersebut kata Hasyim, harus terdaftar di KPU RI. Mereka wajib mengikuti ketentuan berlaku.

Adapun bunyi dari Pasal 449 UU Pemilu sebagai berikut:

(1) Partisipasi masyarakat dalam bentuk sosialisasi pemilu, pendidikan politik bagi pemilih, survei atau jajak pendapat tentang pemilu, serta penghitungan cepat hasil pemilu wajib mengikuti ketentuan yang diatur oleh KPU;

(2) Pengumuman hasil survei atau jajak pendapat tentang pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang dilakukan pada masa tenang;

(3) Pelaksana kegiatan penghitungan cepat hasil pemilu wajib mendaftarkan diri kepada KPU paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara;

BACA JUGA: Jokowi Sebut Bisa Berpihak saat Pemilu, ini Menurut KPU

(4) Pelaksana kegiatan penghitungan cepat wajib memberitahukan sumber dana, metodologi yang digunakan, dan hasil penghitungan cepat yang dilakukannya bukan merupakan hasil resmi Penyelenggara Pemilu;

(5) Pengumuman prakiraan hasil penghitungan cepat pemilu hanya boleh dilakukan paling cepat 2 jam setelah selesai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat;

(6) Pelanggaran terhadap ketentuan ayat (2), ayat (4), dan ayat (5) merupakan tindak pidana pemilu.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City