Hati-hati Ini 2 Zona Megathrust Paling Berbahaya di Indonesia

megathrust paling berbahaya di Indonesia
(PIXABAY)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pakar Teknik Sipil, Struktur Tahan Gempa dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Prof Fauzan mengingatkan keberadaan dua zona megathrust paling berbahaya di Indonesia yang harus diwaspadai.

“Dari 12 segmen megathrust yang ada di Indonesia, terdapat dua zona megathrust dengan potensi risiko tertinggi,” ujar Prof Fauzan dalam workshop kebencanaan bertajuk Megathrust Disaster Risk Assessment in Indonesia di Unand, Sabtu (27/9/2025).

Fauzan, yang juga Chairman The 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) 2025 menyebut dua zona tersebut adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai Siberut.

Menurut Fauzan, kedua zona ini menyimpan energi yang sangat besar sehingga berpotensi menimbulkan gempa kuat disertai tsunami.

Hal ini erat kaitannya dengan posisi Indonesia di cincin api Pasifik (ring of fire), wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Pertemuan lempeng inilah yang memicu aktivitas seismik tinggi, termasuk gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi.

“Gempa megathrust merupakan jenis gempa terkuat yang terjadi di zona subduksi. Energi dari pergerakan lempeng tektonik dapat dilepaskan tiba-tiba dan memicu bencana besar,” jelasnya.

Zona Megathrust Mentawai Siberut bahkan dikenal sebagai salah satu seismik gap paling berbahaya di dunia. Sejak gempa besar tahun 1797 dan 1833, zona ini belum kembali melepaskan energi besar, sehingga potensi akumulasi tekanannya masih tinggi.

Dalam catatan sejarah, gempa pada 1797 dan 1833 menimbulkan kerusakan parah serta banyak korban jiwa di Kota Padang. Analisis para ahli menyebut lindu dari zona Mentawai Siberut berpotensi mencapai magnitudo 9.

“Peneliti dari BRIN dan BMKG menegaskan bahwa zona ini menyimpan energi besar dan sangat mungkin menimbulkan bencana besar di masa mendatang. Kita tentu tidak mengharapkannya, tetapi harus mengantisipasi risikonya,” tegas Fauzan.

Baca Juga:

Hadapi Gempa Megathrust, BMKG Tekankan Pentingnya Mitigasi

Waspada, Megathrust Rentan Terjadi, BRIN Sarankan Adaptasi dan Mitigasi

Pakar menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi potensi gempa megathrust Indonesia.

Persiapan jalur evakuasi, edukasi kebencanaan, hingga sistem peringatan dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jika bencana besar terjadi.

Dengan potensi bahaya di zona megathrust paling berbahaya di Indonesia, kewaspadaan dan mitigasi sejak dini menjadi kunci utama untuk melindungi jutaan jiwa yang tinggal di kawasan rawan bencana tersebut.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City