Hari Ular Sedunia Diperingati Hari Ini, Cek Sejarahnya!

hari ular sedunia
(Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Hari Ular Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 16 Juli, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan lebih dari 3.500 spesies ular yang ada di seluruh dunia.

Reptil yang menarik ini seringkali tidak mendapatkan pengakuan yang layak mereka dapatkan hanya karena reputasi buruk yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Misalnya, teman yang berkhianat dikenal sebagai ‘ular’.

Hari ini bertujuan untuk mengubah persepsi negatif seputar ular dan meningkatkan rasa cinta kasih kepada semua makhluk hidup bahkan yang kita takuti.

Sejarah Hari Ular Sedunia

National Today mencatat, kata ‘snake’ dalam bahasa Inggris berasal dari kata Inggris Kuno ‘snaca’. Reptil ini diperkirakan berasal dari kadal darat yang hidup sekitar 174,1 juta hingga 163,5 juta tahun yang lalu.

Faktanya, Eophis underwoodi, fosil ular tertua, hidup di Inggris sekitar 167 juta tahun yang lalu. Namun, bahkan sebelum para peneliti mempelajari berbagai spesies ular, reptil ini telah disebutkan dalam mitologi kuno dan juga merupakan bagian integral dari berbagai agama.

Misalnya, dalam Alkitab, Setan menjelma menjadi seekor ular yang hidup di Taman Eden. Berkat ular itulah Hawa memakan apel terlarang dan diusir.

Menurut mitologi Irlandia, pada abad ke-5, Santo Patrick pergi ke puncak bukit tempat ia berpuasa selama 40 hari. Selama masa itu, ia diserang ular.

Untuk melindungi dirinya, ia mengayunkan tongkatnya dan mengusir semua ular Irlandia ke laut. Inilah sebabnya, bahkan hingga saat ini, Irlandia masih bebas dari ular.

Baca Juga:

Google Doodle Tampilkan Kopi Gula Aren Hari Ini, Ada Apa?

Ular Tanah Teror Badui, 28 Warga Digigit 2 Meninggal

Dalam legenda lain, orang Tiongkok percaya bahwa pernah ada seekor iblis ular betina putih yang tinggal di bawah air.

Menurut mitos Tiongkok kuno, iblis tersebut menjelma menjadi manusia ketika ia jatuh cinta pada seorang manusia, dan keduanya kemudian menikah dan melahirkan seorang anak laki-laki.

Kejutan dalam cerita ini adalah identitas iblis tersebut terungkap oleh biksu Buddha, Fahai. Biksu tersebut kemudian menjebak iblis ular tersebut di bawah pagoda tepi danau miliknya.

Cerita rakyat seperti ini sering kali menggambarkan ular dalam sudut pandang negatif dan mungkin menjadi penyebab penggambaran ular sebagai makhluk jahat.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City