Harga Makin Mahal, Pemkot Cimahi Ajak Warga Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

-

Tidak ada video disisipkan.

CIMAHI, TEROPONGMEDIA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini menyebutkan, tingginya harga plastik seharusnya menjadi titik balik bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang tersebut. Sebab, plastik sejauh ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Kota Cimahi.

“Adanya kenaikan harga plastik ini tentunya memacu kita untuk lebih giat lagi mengkampanyekan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Misalnya kalau minum bawa tumbler, belanja tidak pakai plastik,” kata Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, dikutip dari halaman resmi Pemkot Cimahi, Jumat (17/4/2026). 

Seperti diketahui harga semua jenis plastik di pasaran saat ini sedang mengalami kenaikan. Kondisi itu dipicu memanasnya eskalasi di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dengan Iran akibat tersendatnya bahan baku.

Pemkot Cimahi, kata dia, memang memiliki rencana untuk melakukan pembatasan penggunaan kantung plastik sekali pakai. Larangan penggunaan kantong plastik tersebut bakal dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwal) yang akan dibahas bersama Bagian Hukum Setda Kota Cimahi.

Untuk rencana awal, kebijakan itu akan diterapkan di toko modern. Pemkot Cimahi akan menggandeng asosiasi peritel untuk menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai itu. 

“Kita akan menyiapkan Peraturan wali kotanya, kita bareng-bareng dengan Bagian Hukum. Kita dulu pernah sosialisasi ke rutel tentang hal ini, tapi kan belum mengikat karena belum ada aturan, sekarang kita akan ikat dengan aturan. Jadi kita sasaran awalnya ritel dulu,” sebut Chanifah.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik yang harganya sedang mahal. Jika kebiasaan itu perlahan ditinggalkan, Chanifah meyakini bakal mengurangi produksi sampah di Kota Cimahi yang jumlahnya cukup besar disumbang dari jenis plastik.

Dari total sekitar 250 ton sampah per hari, lanjut dia, 27 persen di antaranya merupakan sumbangan dari plastik untuk semua jenis. Selain menyumbang produksi sampah, plastik juga sulit diurai karena struktur polimer sintetiknya tidak dikenali mikroorganisme. Dampaknya merusak lingkungan, termasuk pencemaran tanah, air, dan laut, serta membahayakan kesehatan manusia akibat mikroplastik dan bahan kimia berbahaya.

“Dengan naiknya harga plastik mudah-mudahan pemakaiannya juga terus berkurang. Karena plastik ini cukup besar juga menyumbang terhadap volume sampah,” pungkasnya. 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City