Disukai Rasulullah, Apa Itu Haji Tamattu? Ini Pengertian Lengkap dan Tata Cara

haji tamattu (1)
(Dok.Kemenag)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Haji Tamattu adalah salah satu metode pelaksanaan ibadah haji yang memungkinkan jemaah untuk melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum menunaikan rangkaian haji.

Metode ini memberikan fleksiblitas bagi jemaah untuk menyelesaikan umrah secara penuh sebelum melanjutkan dengan ibadah haji.

Keutamaan Haji Tamattu

nomor porsi haji
(Ilustrasi.iStockphoto)

Melansir laman Kementerian Agama RI, ‘Tamattu’ secara harfiah berarti “menikmati” atau “bersenang-senang”. Dalam konteks ibadah haji, istilah ini merujuk pada pelaksanaan umrah terlebih dahulu, kemudian disusul untuk menunaikan haji dalam satu musim yang sama. Rasulullah Saw mengerjakan haji dengan cara tamattu’ berdasarkan hadits berikut:

“Rasulullah Saw melaksakan haji Wada’ secara tamattu’ dengan umrah kemudian haji. Beliau menyembelih hewan yang dibawa serta sejak dari Dzulhulaifah. Rasulullah memulai bertalbiyah saat umrah kemudian bertalbiyah kembali saat haji. Orang-orang yang ikut serta bersama Rasulullah juga melaksanakan haji tamattu’ dengan umrah terlebih dulu baru kemudian berhaji.” (HR. Al-Bukhari)

Haji Tamattu’ dipilih oleh Rasulullah Saw dengan beberapa alasan utama:

  1. Kemudahan dan Keringanan: haji seperti ini memberikan kemudahan bagi jemaah karena mereka bisa beristirahat setelah umrah sebelum memulai rangkaian haji.
  2. Fleksibel: Metode ini cocok bagi jemaah dengan latar belakang yang berbeda, baik dari segi usia, jenis kelamin, maupun kesibukan.
  3. Penjiwaan dan Penghayatan: Meski dinilai lebih santai, haji Tamattu’ menekankan pentingnya penjiwaan dan penghayatan dalam beribadah agar hajinya mabrur.

Tahapan Pelaksanaan

 1. Ihram dan Niat Umrah

Jemaah memulai ihram dan niat umrah dari miqat. Miqat adalah tempat atau batas geografis tertentu di mana jemaah memulai ihram. Jemaah kemudian melaksanakan tawaf dan sa’i, serta bertahallul (mencukur rambut). Setelah bertahallul, jemaah terbebas dari larangan ihram sampai mereka berihram kembali untuk haji.

2. Ihram untuk Haji

Pada tanggal 8 Dzulhijjah, jemaah kembali berihram dan berniat haji. Kegiatan ini disebut Hari Tarwiyah. Jemaah kemudian bermalam di Mina dan melaksanakan salat dan dzikir.

 3. Wukuf di Arafah

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jemaah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang merupakan puncak dari ibadah haji. Di sini, mereka mendengarkan khutbah Wada’ dan melaksanakan salat Dhuhur dan Asar secara jama’ dan qasar.

4. Mabit di Muzdalifah

Setelah wukuf, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam. Di sini, mereka mengumpulkan kerikil untuk melontar jumrah pada hari berikutnya.

 5. Melontar Jumrah dan Penyembelihan Hewan

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melontar jumrah Aqabah di Mina dan melaksanakan penyembelihan hewan sebagai pembayaran dam tamattu’. Penyembelihan ini tidak harus dilakukan pada hari tersebut, tetapi bisa sebelum, saat, atau setelah haji.

 6. Tawaf Ifadah

Setelah penyembelihan, jemaah kembali ke Mekkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, yang merupakan rukun haji. Tawaf ini bisa dilakukan pada hari-hari Tasyri’ (11, 12, 13 Dzulhijjah) jika kondisi memungkinkan.

 7. Mabit di Mina dan Melontar Jumrah

Pada malam 11 hingga 12 Dzulhijjah, jemaah kembali mabit di Mina dan melontar tiga jumrah (ula, wustha, dan Aqabah) setiap hari. Rasulullah Saw memilih nafar Awwal, yaitu meninggalkan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah, tetapi jemaah bisa memilih nafar Tsani dengan melontar jumrah hingga tanggal 13 Dzulhijjah.

 8. Tawaf Wada’ dan Pulang

Usai menuntaskan seluruh rangkaian haji, jemaah melakukan tawaf Wada’ sebagai tanda perpisahan dengan Ka’bah sebelum meninggalkan Mekkah. Rasulullah Saw menyelesaikan tawaf ini pada tanggal 14 Dzulhijjah dan kemudian kembali ke Madinah.

Haji Tamattu adalah salah satu cara beribadah haji yang dipilih oleh Rasulullah Saw karena kemudahannya dan fleksibilitasnya. Dengan memisahkan pelaksanaan umrah dan haji, jemaah dapat lebih fokus dan khusyuk dalam menjalani setiap tahap ibadah.

 

(Saepul/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial