Haji Khusus 2026 Terancam Gagal, Asosiasi PIHU Soroti Dana Jamaah Belum Cair

Kemenhaj Ingin Kurangi Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 38 Hari
Jemaah Haji Indonesia (Ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Penyelenggaraan Haji Khusus 2026 terancam tidak berjalan optimal seiring semakin sempitnya waktu operasional yang ditetapkan Kerajaan Arab Saudi. Tim 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) menilai kondisi saat ini berisiko tinggi karena sistem pelunasan dan pencairan dana jamaah belum sepenuhnya siap.

Juru Bicara Tim 13 Asosiasi, Muhammad Firman Taufik, menyebut kendala utama terletak pada belum cairnya Pengembalian Keuangan (PK) jamaah ke rekening Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran layanan haji di Arab Saudi.

“Waktu kami sangat terbatas, sementara dana jamaah masih berada di BPKH. Ini menghambat PIHK dalam mengeksekusi kontrak layanan,” ujar Firman dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2025).

Hingga kini, kepastian jumlah jamaah Haji Khusus yang akan berangkat juga belum final. Masih terdapat sisa kuota dengan batas waktu pelunasan yang kian mendesak, seiring ketatnya linimasa operasional yang telah ditetapkan otoritas haji Arab Saudi.

Firman memaparkan, seluruh setoran awal jamaah Haji Khusus sebesar 8.000 dolar AS per orang masih tersimpan di rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kondisi ini membuat PIHK kesulitan membayar kontrak layanan penting, seperti akomodasi, transportasi darat, hingga layanan Armuzna.

Sejumlah tenggat krusial pun tak bisa ditawar. Penetapan dan pembayaran paket layanan Armuzna harus diselesaikan paling lambat 4 Januari 2026. Selanjutnya, transfer dana kontrak akomodasi dan transportasi darat wajib rampung pada 20 Januari 2026, sementara batas akhir penyelesaian kontrak keseluruhan jatuh pada 1 Februari 2026.

Baca Juga:

Arab Saudi Luncurkan Kartu Pintar Nusuk Khusus Jemaah Haji!

Jika melewati batas waktu tersebut, PIHK tidak lagi dapat melakukan kontrak layanan melalui sistem Masar Nusuk. Akibatnya, proses penerbitan visa haji otomatis terhenti dan keberangkatan jamaah dipastikan gagal.

Menurut Firman, jadwal operasional tersebut sebenarnya telah diumumkan Kerajaan Arab Saudi sejak 8 Juni 2025. Namun, proses pelunasan Haji Khusus di Indonesia baru dimulai pada 25 November 2025, setelah terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah pascapengesahan UU Nomor 14 Tahun 2025.

Selain soal waktu, mekanisme pencairan PK melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) juga dinilai belum siap secara operasional. Kondisi ini dinilai memicu tekanan likuiditas bagi PIHK, meningkatkan risiko operasional, serta berpotensi mengganggu layanan kepada jamaah.

Tim 13 Asosiasi pun menyampaikan rekomendasi agar pemerintah segera melakukan percepatan dan penyederhanaan pencairan dana, menyelaraskan kebijakan keuangan dengan jadwal Arab Saudi, serta membuka dialog teknis darurat antara Kementerian Haji dan Umrah, BPKH, dan asosiasi PIHK.

“Kondisi ini bukan hanya berisiko membuat kuota tidak terserap, tetapi juga dapat mencederai reputasi tata kelola haji Indonesia. Padahal selama ini kuota Haji Khusus selalu terserap penuh,” kata Firman.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian