Guru SD di Cirebon Diduga Lecehkan Siswi, Dipecat Tidak Hormat!

Pelecehan Guru SD
Ilustrasi. (dok. Gmaps)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap seorang guru SD yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya.

Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Cirebon, Meilan Sarry Rumbino Rumakito, menyebutkan sanksi yang dijatuhkan adalah pemberhentian tidak dengan hormat. Ia menegaskan, kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan memindahkan guru tersebut ke sekolah lain.

“Untuk sanksinya sudah kami pastikan pemberhentian tidak hormat, karena korbannya diduga anak-anak di bawah umur,” kata Meilan di Cirebon, mengutip Antara, Minggu (21/9/2025).

Ia menjelaskan pihaknya sudah memanggil kepala sekolah serta koordinator wilayah bidang di Kecamatan Weru untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Menurutnya, BKPSDM juga menolak usulan Dinas Pendidikan yang sebelumnya sempat mengusulkan pemindahan guru ke sekolah lain sebagai jalan keluar.

“Kini semua administrasi kepegawaiannya ditangguhkan, mulai dari kenaikan pangkat, cuti, hingga hak administratif lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan oknum guru di sekolah justru bisa memperparah trauma korban. Oleh karena itu, langkah hukum dan pemecatan dipandang sebagai pilihan terbaik.

“Jadi, solusinya adalah proses hukum dan pemberhentian tidak hormat,” katanya.

Ia menjelaskan, proses pemberhentian masih menunggu hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta perkembangan penyelidikan kepolisian.

Jika guru tersebut ditahan, lanjutnya, maka status yang bersangkutan otomatis diberhentikan sementara sampai ada putusan pengadilan.

Meilan mengungkapkan, dari pemeriksaan awal, terduga pelaku berkilah bahwa tindakannya sebatas bentuk kasih sayang seorang kakek kepada cucu. Namun alasan itu dianggap tidak logis, sebab para korban mengaku dipangku dan disentuh di bagian sensitif.

“Sebagian besar korban masih duduk di kelas 5 SD. Meski secara fisik tampak dewasa, mental mereka jelas belum siap,” ujarnya.

Baca Juga:

Polres Garut Buka Posko Pengaduan Korban Pencabulan Guru Ngaji, Hubungi Nomor Ini!

Agus Guru Les Musik Lecehkan Siswanya di Palembang!

Ia menegaskan, kasus ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon, mengingat seorang guru seharusnya memberi teladan yang baik bagi murid-muridnya.

“Tidak ada kompromi, perlindungan anak harus menjadi prioritas utama,” katanya.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian