Gempa Flores Timur Akibatkan 1.131 Warga Mengungsi, BNPB Fokus Penanganan Darurat

banjir Subang
Ilustrasi - Ratusan warga korban banjir Pamanukan Subang masih bertahan di kolong flyover meski Pemkab telah menyiapkan lokasi pengungsian resmi. (dok. Pemkab Subang)
-

Tidak ada video disisipkan.

NTT, TEROPONGMEDIA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.131 warga mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Hingga kini, penanganan masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut sejumlah desa mengalami dampak signifikan, di antaranya Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawata, Karing Lamalouk, Waiwerang, dan Ipi Ebang di Kecamatan Adonara, serta Desa Motonwutun dan Watobuku di Kecamatan Solor Timur.

BNPB mencatat sebanyak 238 bangunan warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Selain itu, tiga rumah ibadah, empat fasilitas pendidikan, dan dua fasilitas umum turut terdampak.

“Sebanyak 10 orang mengalami luka ringan dari total 285 keluarga terdampak. Perkembangan akan kami sampaikan secara berkala,” ujar Abdul.

Penanganan darurat melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri hingga dinas teknis di tingkat kabupaten dan provinsi. Sejumlah tenda pengungsian telah didirikan di lokasi yang dinilai aman dari potensi bencana susulan.

Namun demikian, BNPB mencatat tidak ada pengungsian terpusat. Sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri dengan mendirikan tenda di dekat rumah atau tinggal sementara di rumah kerabat.

Baca Juga:

Menikmati Sejarah dan Wisata di Flores NTT

Pada malam hari, warga cenderung tetap berada di tenda karena masih khawatir terhadap gempa susulan yang terus terjadi.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tambahan tenda dan logistik. Stok tenda sebelumnya telah banyak digunakan dalam penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, sehingga distribusi bantuan terus diupayakan oleh BNPB dan BPBD NTT.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4) dini hari, berpusat sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.

BMKG juga melaporkan telah terjadi 48 kali gempa susulan yang masih dirasakan warga, khususnya di wilayah pesisir Pulau Adonara, sehingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025