Farhan Ajak Warga Bandung Lestarikan Bahasa Ibu, “Basateh, Ciciren Bangsa, Lengit Basana, Lengit Bangsana”

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat sambutan di Festival Tunas Bahasa Ibu. (Foto: Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas bangsa. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025, yang digelar di Kota Bandung, Selasa (7/10/2025).

Dalam sambutannya, Farhan menekankan Kota Bandung bukan hanya kota yang kreatif, tetapi juga pusat peradaban budaya di Jawa Barat.

“Kota Bandung ini kalau kata orang timur adalah melting pot tempat bercampurnya berbagai budaya. Di sini semua budaya ada, kosmopolitan, dan sudah mengglobal. Tidak heran jika Konferensi Asia Afrika tahun 1955 diselenggarakan di Bandung, kota yang menjadi simbol pertemuan budaya dan peradaban dunia,” kata Farhan

Menariknya, dalam kesempatan tersebut Farhan menyampaikan sambutannya dalam bahasa Sunda, sebagai bentuk penghormatan terhadap bahasa daerah dan upaya menghidupkan kembali semangat berbahasa ibu di kalangan generasi muda.

“Basateh, ciciren bangsa lengit basana, ilang bangsana. Kalau bahasa suatu bangsa hilang, maka hilang pula jati dirinya. Ada sebelas bahasa ibu di Indonesia yang kini sudah benar-benar punah, dan itu tugas kita semua untuk mencegah hal itu terus terjadi,” ucapnya.

Farhan mengingatkan bahasa ibu seharusnya tidak hanya digunakan di rumah, tetapi juga bisa menjadi bahasa komunikasi di berbagai situasi resmi.

“Bahasa ibu bagi saya adalah bahasa yang digunakan di level personal berbicara kepada orang tua, kakak, adik, tetangga, bahkan teman. Sekarang justru banyak anak muda yang merasa tidak keren berbicara dengan bahasa leluhurnya. Padahal, itu bagian dari kebanggaan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Farhan juga mengapresiasi peran Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang secara konsisten menggelar FTBI sebagai bagian dari revitalisasi bahasa daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.

Farhan mengajak seluruh warga Bandung dan Jawa Barat untuk menanamkan kebanggaan berbahasa ibu sejak dini.

“Bahasa adalah cermin jiwa bangsa. Kalau kita tidak menjaga bahasa ibu, maka kita kehilangan sebagian dari jati diri kita sendiri. Mari ajarkan anak-anak kita untuk bangga berbicara dengan bahasa daerahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, mengungkapkan fakta mencengangkan dari 718 bahasa daerah di Indonesia, hanya 25 persen yang masih dalam kondisi aman, sementara sisanya mengalami kemunduran bahkan hampir punah.

“Faktor utama kemunduran ini adalah hilangnya kebanggaan generasi muda terhadap bahasa daerah. Mereka merasa minder menggunakan bahasa ibu. Padahal, bahasa ibu adalah bahasa pertama yang digunakan di keluarga, dan menjadi dasar pembentukan karakter,” jelasnya.

Imam menambahkan, media sosial bisa menjadi alat efektif untuk pelestarian bahasa daerah.

“Anak muda bisa menggunakan bahasa daerah di media sosial. Di luar negeri, seperti Australia, media sosial justru dipakai untuk menjaga bahasa daerah tetap hidup,” ujarnya.

Imam juga mengumumkan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat nasional rencananya akan digelar kembali pada 2026, jika dukungan anggaran memungkinkan.

Baca Juga:

Basarnas Bandung Pantau Daerah Terdampak Gempa Sumedang

Sedangkan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati, menjelaskan FTBI 2025 diikuti oleh 742 peserta dari jenjang SD dan SMP se-Jawa Barat, mewakili 27 kabupaten/kota.

“Pelaksanaan FTBI tahun ini adalah yang kelima, dan selalu semarak. Ada tujuh jenis lomba, seperti Ngabodor Sorangan dan Tembang Pupuh, yang mendapat antusiasme luar biasa dari para siswa,” kata Herawati.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional revitalisasi bahasa daerah yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Herawati menambahkan di Jawa Barat, terdapat tiga bahasa daerah utama: Sunda, Cirebon-Indramayu, dan Melayu Betawi. Meskipun bahasa Sunda masih tergolong aman, ia mengingatkan bahwa penutur aktifnya didominasi usia di atas 40 tahun.

“Kalau anak-anak muda tidak lagi menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari, maka suatu saat bahasa Sunda bisa bergeser dan terancam punah,” tegasnya.

Herawati juga menyebut, pelestarian bahasa Sunda dilakukan melalui pendokumentasian kosakata, sastra daerah, serta penguatan pengajaran di sekolah melalui muatan lokal. Program revitalisasi juga mencakup pelatihan guru dan penyebarluasan hasilnya ke berbagai sekolah.

(Kyy/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun
WhatsApp Image 2026-07-08 at 14.32
Diskominfo Kota Bandung dan Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Penataan Fiber Optik dan Transformasi Digital