Fakta di Balik Kematian Balqis, Santri Ponpes Al Hanifiyah

santri al hanifiyyah
Ilustrasi (iStock)
-

Tidak ada video disisipkan.

KEDIRI,TM.ID: Santri bernama Bintang Balqis Maulana, berusia 14 tahun dikabarkan meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat penganiayaan oleh sesama santri senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hanifiyah, Kediri, Jawa Timur.

Pihak ponpes awalnya menginformasikan kepada keluarga bahwa Bintang meninggal karena terjatuh di kamar mandi. Namun, fakta yang terungkap kemudian berbeda saat jenazah dibawa pulang ke kampung halaman Bintang di Banyuwangi.

Jenazah yang telah ditutup kain kafan, ketika akan diangkat, terlihat adanya ceceran darah yang mengalir dari keranda.

Kronologis Kematian Santri Ponpes Al Hanifiyah

Keluarga  merasa janggal dengan kejadian tersebut, meminta agar kain kafan dibuka. Meskipun awalnya ditolak oleh santri sekaligus sepupu korban, FTH. Namun,  keluarga tetap bersikeras.

BACA JUGA:Ngeri! Tewas Diduga karna Konten, Remaja Tertabrak Kereta Api di Jaktim

“Kata sepupu saya sudah suci. Jadi enggak perlu dibuka (kain kafan) itu. Tapi kami tetap ngotot karena curiga adanya ceceran darah keluar dari keranda. Di situ perasaan saya dan ibu campur aduk,” kata kakak Bintang, Mia Nur Khasanah, dikutip Senin (26/02/2024).

Pesan Terakhir Bintang

Ibu Bintang, Suyanti, mengungkapkan bahwa Bintang sebelum meninggal mengirim pesan pada Senin, 19 Februari, beberapa hari sebelum kejadian.

Dalam pesan tersebut, Bintang meminta dijemput dengan alasan yang tidak dijelaskan secara rinci. Meskipun ibu Bintang meminta agar bersabar hingga bulan Ramadan, Bintang bersikukuh untuk segera dijemput dengan pesan panik.

Pengasuh Ponpes PPTQ Al Hanifiyah, Fatihunada atau Gus Fatih, mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bintang.

Gus Fatih mengatakan bahwa pihaknya hanya mendapat laporan bahwa Bintang terpeleset di kamar mandi dan dibawa ke rumah sakit.

Gus Fatih menyatakan keterkejutannya saat melihat jenazah Bintang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan luka dan lebam yang mengucurkan darah.

Meskipun tak mengetahui motif penganiayaan, Gus Fatih bersikeras bahwa laporan yang diterima awalnya hanya terkait kecelakaan terpeleset.

Keluarga melaporkan kasus ini ke Polsek Glenmore, dan penanganannya kemudian diambil alih oleh Polresta Kediri. Setelah serangkaian penyelidikan, polisi menetapkan empat tersangka, yang merupakan senior Bintang di ponpes tersebut.

Keempat tersangka, MN (18) asal Sidoarjo, MA (18) asal Nganjuk, AF (16) asal Denpasar, dan AK (17) dari Kota Surabaya, dihadapkan pada tuduhan Pasal 80 Ayat 3 tentang perlindungan anak, Pasal 170, dan Pasal 351 tentang penganiayaan berulang yang menyebabkan luka berat atau mati, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menyatakan, bahwa dari pemeriksaan sementara, dugaan penganiayaan dipicu oleh kesalahpahaman antara para santri.

Motif penganiayaan masih didalami lebih lanjut, namun terlihat bahwa kesalahpahaman menyebabkan tindakan penganiayaan yang berulang-ulang.

“Motif diduga karena kesalahpahaman antara anak-anak pelajar. Jadi antara mereka mungkin ada salah paham kemudian terjadi penganiayaan yang dilakukan berulang-ulang,” ujarnya.

Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur mengungkapkan bahwa Ponpes PPTQ Al Hanifiyah, tempat terjadinya tragedi ini, ternyata tidak memiliki izin resmi. Meskipun beroperasi sejak tahun 2014, kurangnya izin membuat kasus ini semakin kompleks.

 

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City