Eksistensi Golok Cibatu Sukabumi dalam Bayangan Kepunahan

Eksistensi Golok Cibatu Sukabumi
Ilustrasi (Foto: Facebook Golok Cibatu Sukabumi)

Bagikan

SUKABUMI,TM.ID: Eksistensi golok Cibatu Sukabumi, Jawa Barat, semakin redup akibat padatnya persiangan di ranah industri logam.

Padahal, industri logam Desa Cibatu yang berada di Kabupaten Sukabumi ini sudah hadir sejak lama, bahkan terkenal hingga ke mancanegara.

Golok Cibatu Sukabumi adalah salah satu varian produk yang paling ikonik dan terkenal di masyarakat luas sejak lama.

Guna mengatasi kecemasan para perajin industri logam Desa Cibatu tersebut, jajaran Komisi II DPRD Jabar dalam kunjungan kerjanya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sukabumi untuk memperhatikan nasib mereka.

Para perajin logam Cibatu cemas apabila eksistensi mereka yang sudah hadir secara turun temurun ini suatu saat akan punah.

Para legislator tersebut mendorong pemerintah untuk segera turun tangan membantu dan mengembalikan kejayaan industri logam Cibatu.

BACA JUGA: IKM Kabupaten Bandung Difasilitasi Sertifikat Halal dan HAKI

Pasalnya, bisa jadi kecemasan para pelaku industri logam itu timbul karena kurangnya pembinaan dan perhatian dari pemerintah.

Namun, kekhawatiran tersebut mulai terjawab setelahDisperindag Kabupaten Sukabumi memberi titik terang dengan adanya bantuan permodalan dan pembinaan.

Terlebih, para perajin saat ini sudah mendapat dukungan teknis berupa alat berteknologi yang lebih canggih.

Mereka berharap, kelangsungan sentra perajin industri logam Cibatu ini akan  terus berkembang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala Desa Cibatu, Asep Ruhimat mengaku menyambut baik kehadiran jajaran Komisi II DPRD Jabar yang membidangi ekonomi tersebut.

Terlebih, para legislator itu mau menanggapi keluhan-keluhan masyarakat perajin industri logam.

Asep Ruhimat berharap, agar semangat dan kepercayaan diri para perajin logam di desanya kembali pulih secepatnya.

Sebab, Desa Cibatu sudah identik dengan kerajinan logamnya seperti golok, parang, kapak, serta aneka ragam peranti logam lainnya, yang bahkan sudah menembus pasar mancanegara.

“Alhamdulillah dewan Komisi II merespon dengan baik dan akan segera menindaklanjuti atas apa yang menjadi harapan para pengrajin, semoga dapat terealisasi secepatnya,” ujar Asep, di GOR Desa Cibatu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/1/2024).

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di sektor minyak dan gas (migas) demi kepentingan rakyat.
Prabowo Bertekad Berantas Korupsi Migas, dr. Ali Mahsun ATMO: Tata Kelola dan Subsidi Harus Dirombak Total
Bank Emas Respon OJK-Antam
Bank Emas Diresmikan, Begini Respon OJK-Antam
Suami Asri Welas
Asri Welas Ungkap Fakta Mengejutkan: 17 Tahun Menikah, Tak Mengenal Sosok Suami
Arsenal
Catatan Menarik Nottingham Forest vs Arsenal, The Gunners Mandul
Kapasitas Periset Indonesia
Memanfaatkan Kekayaan Hayati, BRIN Tingkatkan Kapasitas Periset Indonesia Kembangkan Obat Penyakit Infeksi
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

4

Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa yang Gagal Ikuti SNBP Akibat Kelalaian Sekolah

5

BBWS Sebut Sampah Penuhi Citarum Kiriman Kota dan Kabupaten Bandung
Headline
55 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah Terjadi di Kampung Margamulya Tasikmalaya
90 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Kampung Margamulya Tasikmalaya
Pemkot Bandung Bakal Larang Kegiatan Sahur On The Road
Ramadan Nanti, Pemkot Bandung Bakal Larang Kegiatan Sahur On The Road
Real Madrid
Real Madrid Unggul Tipis Atas Sociedad di Copa del Rey 2024/2025
Manchester United
Laga Dramatis Liga Inggris, Manchester United Taklukan Ipswich Town 3-2

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.