Dulu Dibilang “Miskin Banyak Gaya”, Sekarang Margaret Lolos UI!

Margaret Lolos UI
Margaret Lolos UI
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di balik keberhasilan seorang anak muda, sering kali tersimpan kisah penuh perjuangan yang tak banyak orang tahu. Itulah yang dialami oleh Margaret, siswi berprestasi asal Rote yang kini sukses lolos Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) kampus impian banyak orang.

Namun, jalan Margaret tak semulus cerita motivasi di media sosial. Justru, langkah awalnya diwarnai ejekan hingga keraguan dari orang-orang terdekat.

“Diomongin ulang-ulang ‘Gak bisa bayar uang sekolah tapi mau kuliah di UI’,” kata Margaret mengenang ucapan gurunya yang dulu pernah meremehkan cita-citanya.

Ia bahkan sempat menunggak uang sekolah dan terpukul dengan komentar sang guru.

Nyaris Batal Daftar SNBP

Komentar menyakitkan itu sempat membuat Margaret goyah.

Ia berniat mengubur dalam-dalam mimpinya untuk bisa kuliah di UI. Namun, dua hari sebelum penutupan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), semangat Margaret tiba-tiba bangkit kembali.

“Jadi waktu itu hampir tidak daftar SNBP, h-2 penutupan jam 2 dini hari baru saya daftar,” ucapnya.

Hebatnya, Margaret hanya mendaftarkan satu pilihan kampus: UI. Tanpa backup plan, tanpa keraguan.

Tak ada yang tahu tentang keputusannya, bahkan keluarga pun tak diberi tahu.

“Tidak ada harapan untuk lolos, kalau teman tanya, saya jawab ‘sudah daftar’ saja, ditanya di mana saya diam saja. Kalau mama nanya saya juga diam saja,” ujar Margaret.

“Enggak ada yang tahu saya daftar SNBP,” imbuhnya.

Baca Juga:

Asal Viral atau Asal Benar?Etika Anak Muda di Era Konten Digital

Bukti Rekaman Viral, Bantahan Nathalie Holscher Soal Sindiran Kini Dipertanyakan

Margaret Lolos UI

Hari pengumuman pun tiba. Margaret hampir tak percaya ketika melihat namanya tertera sebagai mahasiswa baru Fakultas Psikologi UI.

Keluarganya pun ikut haru. Sang kakak bahkan langsung mencari cara untuk mengumpulkan biaya keberangkatan Margaret ke Jakarta.

“Kakaknya kerja hampir 24 jam setelah tahu Margaret diterima UI,” ujar Imam Santoso, menceritakan perjuangan keluarga.

Namun, perjuangan Margaret tak berhenti di situ. Setelah pengumuman, ia justru kembali mendapat komentar nyinyir kali ini datang dari tetangganya sendiri.

“Waktu lolos itu, setiap hari tetangga kalau ketemu saya diomongin terus ‘Ada anak pejabat PNS yang kuliah ke luar tapi kuliahnya tidak berhasil, hanya pulang bawa utang, jadi kita yang miskin ini jangan coba kuliah di Jawa’,” kata Margaret.

“Sempat dibilang juga ‘Miskin banyak gaya kuliah di Jawa’,” tambahnya.

Air mata pun tak terbendung. Margaret, orangtua, dan kakaknya menangis mendengar kalimat-kalimat yang merobek hati itu. Tapi, tekad Margaret jauh lebih kuat daripada omongan orang.

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
KDS Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
KDS: Perusahaan Tak Peduli Lingkungan Bakal Disegel Demi Penanganan Banjir Tegalluar
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
339 UMKM Ramaikan Pasar Kreatif Bandung 2026, Etalase Produk Lokal di 8 Mal
Berita Lainnya

1

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara