BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kemenangan Max Verstappen di Grand Prix Italia 2025 tidak hanya menambah koleksi gelar pribadinya, tetapi juga menandai momen istimewa bagi Laurent Mekies.
Untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Team Principal Red Bull, Mekies merasakan manisnya podium tertinggi bersama juara dunia empat kali tersebut.
Mekies menyebut performa Verstappen di Monza sebagai “weekend sempurna”. Meski datang dengan ekspektasi harus bertahan dari ancaman McLaren, terutama Lando Norris dan Oscar Piastri yang terkenal tangguh di hari balapan, Verstappen justru menunjukkan superioritas dengan margin kemenangan 19 detik.
“Max melakukan sesuatu yang sempurna. Kami awalnya mengantisipasi balapan defensif, tetapi justru menemukan keunggulan kecepatan. Itu bukan hal yang kami perkirakan,” ujar Mekies, melansir laman resmi formula 1, Rabu (10/9/2025).
Pada GP Italia tahun lalu, Red Bull tampil jauh dari performa terbaik dengan hanya finis di posisi keenam dan kedelapan. Namun evaluasi besar-besaran pada konfigurasi low downforce di offseason mengubah segalanya.
“Tahun lalu adalah titik sulit. Tim teknis melakukan pekerjaan luar biasa dengan menganalisis kelemahan kami dan menemukan solusi spesifik untuk Monza. Hasilnya, mobil kami kali ini masuk ke jendela performa yang lebih baik dari perkiraan,” jelas Mekies.
Salah satu faktor kunci adalah keberhasilan tim menurunkan setelan mobil agar lebih rendah di lintasan. Langkah ini sempat menyulitkan balance mobil, namun Verstappen mendorong insinyur untuk tetap mengambil risiko tersebut.
“Itu bukan keputusan mudah, tapi Max sangat kuat dalam memberi keyakinan untuk mempertahankan setelan itu. Ia membantu kami mencari solusi agar keseimbangan kembali, dan pada akhirnya, mobil tampil lebih cepat,” tambah Mekies.
Baca Juga:
Rumor Panas! Red Bull Lirik Alex Palou untuk Formula 1 2026
Satu-satunya momen menegangkan bagi Red Bull terjadi pada lap pembuka. Verstappen harus melewati chicane dengan memotong jalur, membuat tim segera memutuskan untuk mengembalikan posisi kepada Norris demi menghindari penalti.
“Itu keputusan yang sulit. Saat itu kami belum tahu apakah punya keunggulan kecepatan atau tidak. Meminta pembalap mengembalikan posisi berarti bisa saja kemenangan lepas. Tapi pit wall menilai itu langkah paling aman, dan Max membuktikan keputusan itu benar dengan segera menyalip kembali,” jelas Mekies.
Dengan strategi matang, perbaikan teknis signifikan, dan keberanian Verstappen mengambil risiko, Red Bull berhasil membalikkan catatan buruk tahun lalu menjadi kemenangan dominan. Mekies pun menganggap hasil ini sebagai sinyal positif untuk paruh musim berikutnya.
“Kami tidak mengira akan mendominasi sejauh ini. Tapi dengan cara Max membalap dan bagaimana tim bekerja, kami bisa lebih optimis menatap balapan-balapan berikutnya,” pungkasnya.
(Budis)







