DPRD Sulteng Desak Hentikan Aktivitas PT Energi Poso dan PT SEI 

PT Energi Poso dan PT SEI
Rombongan Komisi III DPRD Sulteng saat kunjungan kerja di wilayah pertambanganan Morowali Utara, Selasa (24/6/2025). (Instagram/info.sulteng)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi III DPRD Sulawesi Tengah mendesak penghentian sementara seluruh aktivitas dua perusahaan energi besar, PT Energi Poso dan PT Sebuku Energi Inti (SEI), setelah menemukan dampak lingkungan serius yang dianggap membahayakan keselamatan warga dan merusak ekosistem di wilayah tersebut.

Hasil inspeksi lapangan DPRD menyimpulkan, bahwa proyek pembangunan Unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Energi Poso di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso diduga menyebabkan pergerakan tanah hingga tanah amblas yang berdampak pada pemukiman warga.

Anggota Komisi III DPRD Sulteng sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD, Musliman menyatakan, bahwa dampak lingkungan ini tidak bisa dianggap remeh. Ia menyebut beberapa rumah warga mengalami kerusakan berat, termasuk dapur yang hanyut dan tembok rumah yang retak akibat pergeseran tanah.

“Ini bukan kerusakan kecil. Rumah warga amblas, dapur hanyut. Kami mendesak aktivitas dihentikan hingga ada audit lingkungan dan kajian geologis yang komprehensif,” tegas Musliman saat konferensi pers usai kunjungan lapangan, Selasa (1/7/2025).

Musliman menyebut, bahwa aktivitas peledakan batuan karst di sekitar lokasi proyek diduga dilakukan tanpa kajian teknis memadai. Selain itu, manipulasi debit air dari bendungan juga diduga mempercepat proses pergerakan tanah di area perbukitan karst yang labil.

Duga Langgar Amdal dan Izin Usaha

DPRD menduga kedua perusahaan telah mengabaikan kewajiban dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan izin usaha yang semestinya mengatur secara ketat praktik rekayasa teknis dan mitigasi risiko bencana.

“Kami melihat indikasi pelanggaran serius terhadap izin lingkungan. Jika terbukti, kami akan mendorong pencabutan atau pembekuan izin,” ujar Musliman.

Komisi III berencana mengundang perwakilan manajemen PT Energi Poso dan PT SEI dalam waktu dekat untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama dinas teknis terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM.

Baca Juga:

PT. Tekindo Energi Patuh dan Taat UU Cipta Kerja

Sementara itu, warga Desa Sulewana dan sejumlah titik terdampak lain menyuarakan kekecewaan karena merasa aspirasi mereka selama ini diabaikan. Mereka menuntut kompensasi atas kerusakan, serta relokasi ke wilayah yang aman.

“Kami sudah berkali-kali sampaikan ke perusahaan, tapi tidak digubris. Baru setelah DPRD datang, ada perhatian. Kami hanya ingin hidup aman,” ujar Ramlan, salah satu warga terdampak.

Selain kerusakan fisik, warga juga mengeluhkan gangguan psikologis akibat suara ledakan yang kerap terjadi, serta penurunan kualitas air bersih di sekitar bendungan.

Komisi III DPRD menegaskan bahwa proyek pembangunan energi tidak boleh mengorbankan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan. Evaluasi total terhadap izin usaha dan pelaksanaan proyek akan terus dilakukan.

“Kalau lingkungan hancur dan warga jadi korban, tidak ada alasan untuk tetap membiarkan mereka beroperasi. Izin usaha harus dievaluasi total,” tutup Musliman.

Pemerintah Provinsi Sulteng pun diminta turun tangan dalam proses evaluasi dan menjamin tidak ada lagi proyek yang luput dari pengawasan, terutama yang berdampak langsung terhadap kawasan pemukiman dan lingkungan sensitif seperti kawasan karst.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City