DPR Minta Pemerintah Tak Pangkas TKD untuk Daerah Terdampak Banjir

DPR Minta Pemerintah Tak Pangkas TKD untuk Daerah Terdampak Banjir
Sebanyak 27.433 warga Kota Padang, Sumatera Barat, terdampak banjir setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.(Foto.dok.Antara).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso, meminta pemerintah memastikan tidak ada pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) untuk wilayah yang tengah menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dan Aceh. Menurutnya, justru diperlukan penguatan dukungan anggaran agar proses pemulihan dapat berjalan maksimal.

“Saya berharap daerah-daerah yang statusnya sedang mengalami bencana, transfer keuangannya jangan dikurangi,” kata Sugiat di Kompleks Parlemen, dikutip Kamis (3/12/2025).

Sugiat menegaskan, dalam kondisi normal sekalipun TKD yang diterima banyak daerah sering kali belum memadai untuk menutup seluruh kebutuhan dasar. Karena itu, situasi darurat seperti sekarang diprediksi menambah tekanan berat terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Ia menyoroti besarnya kerusakan infrastruktur yang harus dipulihkan, mulai dari jembatan dan jalan hingga berbagai fasilitas umum. Dengan anggaran yang terbatas, menurutnya, mustahil pemerintah kabupaten/kota atau provinsi mampu membiayai seluruh pemulihan secara mandiri.

“Dalam kondisi normal saja mereka kekurangan. Apalagi ketika ditambah dengan bencana,” ujarnya.

Baca Juga:

Banjir Sumetara Dipenuhi Kayu Gelondongan, DPR Bakal Panggil Menhut!

Sugiat menyebut Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai daerah dengan beban pemulihan terbesar. Kerusakan mencakup ratusan jembatan putus hingga rusaknya sarana publik lainnya, sehingga intervensi pemerintah pusat dinilai tidak terhindarkan.

“Itu perlu penanganan dari pusat. Tidak mungkin daerah membangun kembali sendiri karena anggarannya tidak ada, apalagi kalau TKD justru dikurangi,” tegasnya.

Atas dasar itu, Sugiat mengingatkan Kementerian Keuangan agar tidak melakukan pemotongan TKD bagi daerah yang sedang dalam situasi darurat. Ia bahkan mendorong adanya tambahan alokasi anggaran untuk mendukung pemulihan lebih cepat.

“Saya berharap kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk daerah bencana, transfer keuangan daerah dipenuhi 100 persen, bahkan bila perlu ditambah,” katanya.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun