Dosen Unair Soroti Perencanaan Pendirian Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Sekolah Garuda dan Rakyat
Ilustrasi. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dosen Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Agie Nugroho Soegiono, S.I.AN., MPP, menyoroti terkait perencanaan pemerintah dalam mendirikan dua jenis sekolah, yakni Sekolah Garuda Internasional dan Sekolah Rakyat.

Agie menilai, kehadiran dua model sekolah ini menunjukkan bahwa pemerintah secara tidak langsung mengakui masih lebarnya kesenjangan pendidikan di Indonesia.

“Hal ini akan memperjelas pemetaan sumber daya manusia berdasarkan akses terhadap institusi pendidikan tertentu,” ungkap Agie, melansir laman Unair, Minggu (27/4/2025).

Menurut Agie, Sekolah Garuda Internasional dirancang untuk siswa-siswa berprestasi dan unggul, sedangkan Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan yang memadai. Ia khawatir, pengelompokan ini justru akan memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan di tengah masyarakat.

“Seharusnya, pemerintah fokus pada upaya penyetaraan kualitas pendidikan. Salah satu langkah strategis adalah dengan menyiapkan roadmap pendidikan yang jelas,” tegasnya.

Agie juga menyoroti persoalan perubahan kurikulum yang sering terjadi setiap kali pergantian Menteri Pendidikan. Kondisi ini, menurutnya, membuat berbagai program yang sudah berjalan harus dimulai kembali dari awal.

“Ini menjadi catatan penting. Kita harus mencari titik temu dalam keberlanjutan kurikulum yang sudah ada, agar siswa tidak menjadi korban uji coba kebijakan,” tambahnya.

Alokasi Anggaran Dinilai Perlu Dievaluasi

Pembangunan sekolah baru tentu membutuhkan anggaran yang besar. Agie menyarankan agar pemerintah lebih memprioritaskan peningkatan kualitas sekolah dan tenaga pengajar yang sudah ada, ketimbang membangun institusi baru.

“Alih-alih membangun sekolah baru, seharusnya fokus diberikan kepada memperbaiki infrastruktur sekolah yang rusak serta meningkatkan kompetensi guru,” kata Agie.

Pendidikan Harus Membebaskan, Bukan Mengkapitalisasi
Dalam pandangannya, pendidikan tidak boleh semata-mata dijadikan alat kapitalisasi atau diarahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan industri. Pendidikan, tegasnya, harus membebaskan dan memberdayakan, bukan justru mempertegas perbedaan kelas sosial.

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Agie mengingatkan pentingnya membekali siswa dengan nilai-nilai dan pemikiran kritis yang tidak mudah tergantikan oleh mesin. “Kita butuh roadmap pendidikan yang mampu merevitalisasi sistem, baik dari sisi kurikulum maupun kualitas guru,” jelasnya.

Baca Juga:

Bupati Garut Siapkan Program Sekolah Rakyat, Kapan Terwujud?

Pemerintah Targetkan Bangun 40 Sekolah Unggulan Hingga Tahun 2029

Sebagai solusi konkret, Agie mengusulkan agar dana yang dialokasikan untuk pembangunan sekolah baru dialihkan untuk program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan tetap mengacu pada data kemiskinan yang akurat dan terkini.

“Ini akan jauh lebih berdampak bagi pemerataan pendidikan dan menciptakan kesempatan yang setara bagi semua lapisan masyarakat,” tutupnya.

 

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

3

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...