JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – DJI resmi menghadirkan dua drone ringkas terbaru, DJI Flip dan DJI Neo, di pasar Indonesia. Keduanya memiliki desain serupa dengan empat modul baling-baling di sisi kiri dan kanan bodi, serta fitur yang hampir mirip.
Meski demikian, terdapat sejumlah perbedaan signifikan yang dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih salah satunya.
Desain dan Bobot
DJI Flip memiliki keunggulan dalam desain yang dapat dilipat, membuatnya lebih ringkas dan mudah dibawa bepergian.
Sementara itu, DJI Neo tidak memiliki fitur lipat, tetapi unggul dalam bobot yang lebih ringan, yaitu 135 gram, dibandingkan Flip yang berbobot 249 gram.
Kedua drone ini tetap masuk kategori aman karena memiliki bobot di bawah 250 gram, sehingga tidak memerlukan izin terbang khusus.
BACA JUGA:
DJI RS 4-RS 4 Pro: Lebih dari Sekedar Gimbal, Videografer Profesional Merapat!
DJI Avata 2: Drone FPV Terbaru Resolusi Capai 12 megapixel
Jarak Terbang dan Ketahanan Angin
Dari segi jangkauan, DJI Flip menawarkan kemampuan terbang hingga 14 kilometer, sedangkan DJI Neo hanya mampu mencapai 7 kilometer.
Ketahanan terhadap angin juga berbeda, di mana DJI Flip memiliki daya tahan hingga peringkat 5 (10,7 m/detik), sementara DJI Neo hanya bertahan di peringkat 4 (8 m/detik).
Durasi Terbang
Perbedaan signifikan lainnya terdapat pada durasi terbang. DJI Flip mampu bertahan di udara hingga 31 menit, sedangkan DJI Neo hanya dapat terbang selama 18 menit.
Kamera dan Perekaman Video
DJI Flip hadir dengan modul kamera yang lebih canggih, menggunakan sensor 1/1.3 inci dengan bukaan F1.7, serta mendukung zoom digital hingga 4x. Sementara itu, DJI Neo mengandalkan sensor 1/2 inci dengan bukaan F2.8.
Dalam hal perekaman video, DJI Flip lebih unggul dengan kemampuan merekam hingga 4K/60fps HDR, mendukung slow-motion 4K/100fps, serta mode warna 10-bit D-Log M.
DJI Neo hanya mampu merekam hingga resolusi 4K/30fps. Selain itu, DJI Flip memiliki stabilisasi gimbal 3-axis, yang lebih baik dibandingkan DJI Neo yang hanya menggunakan gimbal 1-axis dengan stabilisasi elektronik.
Untuk fotografi, DJI Flip dapat menghasilkan gambar dengan resolusi 48 MP/12 MP, sedangkan DJI Neo hanya mendukung resolusi 12 MP.
Lensa dan Sudut Pandang
DJI Neo unggul dalam cakupan sudut pandang karena memiliki lensa setara 14mm, lebih lebar dibandingkan Flip yang setara 24mm.
Dengan keunggulan ini, DJI Neo lebih cocok digunakan untuk pengambilan gambar lanskap atau swafoto dalam kelompok besar.
Penyimpanan Internal
Dari segi penyimpanan, DJI Neo memiliki kapasitas lebih besar dengan ruang internal 22GB, tetapi tidak dilengkapi slot tambahan.
Sebaliknya, DJI Flip hanya memiliki memori internal 2GB, tetapi dapat diperluas menggunakan kartu microSD hingga 512GB.
Harga
DJI Flip dan DJI Neo sudah tersedia di Indonesia dengan harga yang berbeda. DJI Flip dibanderol mulai dari Rp6 jutaan, sementara DJI Neo menjadi drone DJI paling terjangkau dengan harga mulai dari Rp3 jutaan.
DJI Flip lebih cocok bagi pengguna yang mencari drone dengan kamera lebih baik, jangkauan lebih jauh, durasi terbang lebih lama, serta stabilisasi superior.
Sementara itu, DJI Neo menjadi pilihan tepat bagi pengguna yang menginginkan drone lebih ringan, lebih murah, dengan penyimpanan lebih besar dan sudut pandang lebih lebar.
Dengan keunggulan masing-masing, kedua drone ini menawarkan opsi menarik bagi para penggemar fotografi udara dan konten kreator di Indonesia.
(Budis)