Desa Sukawangi Jadi Agunan Utang Sejak 1980, Mendes Yandri: “Lucu tapi Menyedihkan”

Mendes Yandri: Desa di Bogor Jadi Jaminan Utang di Bank,Kok bisa?
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (Instagram/@yandri_susanto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkap fakta mengejutkan terkait status Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut Yandri, desa yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka itu ternyata pernah jadi agunan utang ke bank pada tahun 1980.

Hal ini disampaikan Yandri saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (16/9/2025). Ia menjelaskan, Desa Sukawangi kini bahkan terancam dilelang akibat utang tersebut.

“Ini ceritanya lebih seru lagi, Pak. Jadi desa ini berdiri dari sebelum Indonesia merdeka. Tahun 1980 ada seorang pengusaha pinjam ke bank, yang dijadikan agunan desa, Pak. Sekarang desanya dilelang,” kata Yandri.

Menurutnya, desa itu telah dipasangi plang penyitaan, dan masyarakat sampai diusir dari tempat tinggalnya. Melihat kondisi ini, Kemendes PDT langsung menyurati berbagai pihak untuk mencegah lelang.

Tidak Boleh Ada Desa Dilelang

Yandri menegaskan bahwa desa tidak boleh dijadikan objek lelang dalam kondisi apa pun. Ia mengaku telah melakukan pendekatan keras agar kasus serupa tidak terulang.

“Sudah saya lakukan pendekatan keras ini, Pak. Di Bogor, dekat sama kita, dua desa,” tegas Yandri.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai kasus Desa Sukawangi harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Baca Juga: 

Koperasi Merah Putih Mekarjaya Sumedang Dorong Kemajuan Ekonomi Warga Desa

Senator Aceh Desak Kemenlu Selamatkan 7 WNI Korban TPPO di Myanmar

Pertanyaan Soal Verifikasi Bank

Lebih jauh, Yandri mempertanyakan prosedur perbankan yang memungkinkan sebuah desa dijadikan agunan utang. Ia menilai hal ini janggal dan tidak masuk akal.

“Jadi bagaimana dulu check and recheck-nya bagaimana di lapangan, masa desa dijadikan agunan? Sementara desa ini sebelum merdeka sudah ada. Nah ini lucu tapi menyedihkan,” ujar Yandri.

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian