Daftar Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Terdampak Banjir dan Longsor

Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Terdampak Banjir dan Longsor
Ilustrasi-Banjir Kabupaten Bandung Jawa Barat (Dok. RRI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Bencana banjir dan longsor kembali menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Rabu hingga Kamis (3–4/12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melaporkan puluhan titik terdampak, mulai dari rumah warga, fasilitas pendidikan, akses jalan, hingga wilayah pertanian.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan asesmen dan penanganan darurat bersama pemerintah kecamatan, aparat desa, serta unsur relawan.

“Kami fokus pada keselamatan warga, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan mendesak di lokasi-lokasi terdampak,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (5/12/2025).

Dampak Kecamatan yang Terdampak Longsor

  1. Kecamatan Pangalengan

Longsor menerjang Kampung Pasir Mulya, Desa Margamulya, pada Rabu (3/12) pukul 21.00 WIB. Material menimpa dua rumah milik Soleh Ramdani dan Koswara. Kondisi rumah kini menggantung dan berisiko tinggi, sehingga warga diminta mengungsi jika hujan deras kembali turun.

  1. Kecamatan Soreang

Tanah bergerak mengancam dua rumah di Kampung Pasir Kaliki, Desa Panyirapan. Longsor lain terjadi di Kampung Cimonce, Desa Sukajadi, yang menyebabkan talud penahan tanah ambruk. Penanganan awal membutuhkan karung dan sekop untuk membuat tanggul sementara.

  1. Kecamatan Cangkuang

Longsor di Kampung Kawung Luwuk merusak tiga rumah dan mengancam dua rumah lainnya. Bantuan logistik seperti terpal dan alat kerja dibutuhkan segera. Kejadian terpisah di Leuweung Datar membuat satu rumah harus dievakuasi.

  1. Kecamatan Cimaung

Satu rumah di Kampung Ci Seeng hampir ambruk dan dinyatakan berisiko tinggi terhadap longsor susulan.

  1. Kecamatan Pasirjambu

Longsor terjadi di beberapa titik, termasuk fasilitas pendidikan dan akses jalan. Dua rumah terdampak dan warga diminta waspada terhadap cuaca ekstrem.

  1. Kecamatan Kertasari

Sebuah rumah sekaligus warung di Kampung Puncak Mulya hancur akibat longsor. Proses pendataan dan penyaluran bantuan darurat masih berlangsung.

Baca Juga:

Banjir Putus Akses Jalan di Kabupaten Bandung

Banjir Meluas ke Sembilan Kecamatan

  1. Kecamatan Soreang

Banjir merendam Kampung Pasir Kaliki, Jelekong, Pasir Pendeuy, hingga Pesantren Ibnu Solih, dengan tinggi air 30–150 cm. Sedikitnya 10 rumah dan fasilitas pendidikan terdampak. Di Desa Cingcin, enam rumah terendam dan 30 warga mengungsi.

  1. Kecamatan Bojongsoang

Banjir setinggi 40–80 cm di Kampung Cijagra RW 09 dan RW 10 berdampak pada 615 KK, dengan sebagian warga memilih bertahan di rumah.

  1. Kecamatan Banjaran

Limpasan Sungai Cisangkuy merendam permukiman di Kamasan dan merusak satu rumah di Margahurip. Evakuasi dibantu aparat dan relawan.

  1. Kecamatan Dayeuhkolot

Banjir merendam sejumlah kampung di Cangkuang Wetan, Bojong Asih, dan Citeureup. Puluhan keluarga, termasuk ibu hamil dan balita, mengungsi ke fasilitas umum. Akses lingkungan dan tempat ibadah ikut lumpuh.

  1. Kecamatan Margaasih

Sebanyak 93 rumah terendam, dan sejumlah kendaraan serta peralatan usaha warga rusak. Pengungsian dilakukan di titik aman.

  1. Kecamatan Katapang

Sekitar 200 jiwa di RT 02, 03, dan 05 RW 03 Desa Sukamukti mengungsi. Bantuan logistik sangat dibutuhkan.

  1. Kecamatan Pameungpeuk

Puluhan rumah terendam, sejumlah jalan putus, dan sebagian wilayah masih berstatus darurat meski air mulai surut.

  1. Kecamatan Ciwidey

Banjir dan longsor mengancam permukiman, persawahan, irigasi, serta tembok penahan tanah (TPT). Warga diminta waspada terhadap potensi longsor susulan.

  1. Kecamatan Baleendah

Merupakan wilayah terdampak paling luas. Total 1.071 KK atau 3.165 jiwa terkena banjir di sepanjang aliran Sungai Citarum. Puluhan keluarga mengungsi ke masjid, madrasah, dan kantor RW.

BPBD Salurkan Bantuan Darurat

BPBD Kabupaten Bandung terus mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, tenda darurat, obat-obatan, pompa air, serta perahu evakuasi. Petugas juga berjaga di berbagai titik rawan untuk memonitor potensi luapan sungai maupun longsor tambahan.

“Kami meminta warga tetap waspada, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” tutur Wahyudin.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City