Daewoong Hadirkan Terapi Diabetes Generasi Baru di Indonesia, Perluas Harapan Pasien Diabetes Tipe 2

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Upaya meningkatkan kualitas penanganan diabetes di Indonesia kembali mendapat dorongan dengan hadirnya terapi baru untuk pasien diabetes tipe 2. Daewoong Pharmaceutical Indonesia resmi meluncurkan enavogliflozin 0,3 mg, obat golongan SGLT2 inhibitor yang dikembangkan secara mandiri, sekaligus memperluas pilihan terapi bagi jutaan penyandang diabetes di Tanah Air.

Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangkaian Forum Endokrinologi Nasional ke-14 dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) 2026 yang berlangsung di Hotel Aryaduta Bandung, 26–28 Juni 2026.

Sekitar 500 dokter spesialis endokrinologi, dokter penyakit dalam, serta tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam forum ilmiah tersebut untuk membahas perkembangan terbaru tata laksana diabetes, termasuk pendekatan terapi yang kini tidak lagi hanya berfokus pada pengendalian gula darah.

Indonesia Hadapi Lonjakan Kasus Diabetes

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban diabetes terbesar di dunia. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes dewasa di Indonesia mencapai sekitar 20,4 juta orang pada 2024, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar kelima di dunia.

Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat hingga mencapai sekitar 28,6 juta orang pada 2050. Lebih memprihatinkan lagi, hampir 15 juta orang dewasa diperkirakan belum mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes, sehingga diagnosis dini dan keberlanjutan pengobatan menjadi tantangan besar.

Diabetes sendiri tidak hanya meningkatkan kadar gula darah, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Karena itu, para ahli kini mendorong pendekatan terapi yang mampu mengendalikan berbagai faktor risiko secara bersamaan.

Terapi Baru untuk Menjawab Tantangan Pasien Asia

Melalui simposium ilmiah bertajuk peluncuran terapi baru tersebut, Daewoong memaparkan berbagai hasil penelitian mengenai enavogliflozin yang dilakukan pada pasien diabetes tipe 2 di Asia.

Penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien Asia memiliki tantangan tersendiri. Banyak pasien mengalami resistensi insulin dan obesitas abdominal meskipun memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang relatif lebih rendah dibanding populasi Barat.

Karena itu, pemilihan terapi dinilai tidak cukup hanya efektif menurunkan kadar glukosa darah, tetapi juga perlu memberikan manfaat terhadap berat badan, metabolisme tubuh, serta melindungi organ penting seperti jantung dan ginjal.

Profesor Yong-ho Lee dari Division of Endocrinology and Metabolism, Yonsei University Severance Hospital, Korea Selatan, menjelaskan bahwa enavogliflozin merupakan SGLT2 inhibitor yang telah didukung berbagai bukti klinis pada populasi pasien Asia.

“Pada pasien Asia, terapi diabetes tidak hanya perlu efektif mengendalikan gula darah, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap berat badan maupun resistensi insulin,” ujarnya.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Prof. Dr. dr. Hikmat Permana, Sp.PD, K-EMD dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung yang turut membahas relevansi penggunaan terapi tersebut pada praktik klinis di Indonesia.

PERKENI Sambut Hadirnya Pilihan Terapi Baru

Ketua Umum PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, K-EMD menilai kehadiran enavogliflozin menjadi langkah penting dalam memperluas pilihan terapi diabetes di Indonesia.

Menurutnya, meningkatnya jumlah pasien diabetes membutuhkan inovasi terapi yang mampu menjawab kebutuhan klinis sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Peluncuran enavogliflozin 0,3 mg di Indonesia memiliki makna penting karena menghadirkan pilihan terapi baru bagi pasien sekaligus membuka ruang diskusi ilmiah mengenai pengelolaan diabetes tipe 2 yang lebih baik sesuai karakteristik populasi Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dan industri farmasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta hasil pengobatan pasien diabetes di Indonesia.

Indonesia-Korea Selatan Perkuat Kolaborasi Penelitian Diabetes

Selain peluncuran terapi baru, forum ilmiah tersebut juga menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama internasional.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Korean Diabetes Association (KDA) dan Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga pengembangan pendidikan medis mengenai diabetes antara Indonesia dan Korea Selatan.

Ketua Korean Diabetes Association, Prof. Sung-rae Kim, mengatakan kerja sama tersebut menjadi jembatan bagi kedua komunitas ilmiah dalam meningkatkan kualitas penanganan diabetes melalui riset dan pendidikan berkelanjutan.

“MoU ini menghubungkan dua komunitas medis yang memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan perawatan diabetes melalui penelitian ilmiah dan pendidikan. Kami akan terus menciptakan peluang kolaborasi yang bermakna bagi kedua negara,” ujarnya.

Daewoong Ingin Berkontribusi pada Tata Laksana Diabetes Nasional

CEO Daewoong Pharmaceutical, Seong-soo Park, menyampaikan bahwa peluncuran enavogliflozin bukan sekadar menghadirkan produk baru, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan tata laksana diabetes di Indonesia.

“Kami bangga dapat meluncurkan terapi baru ini sekaligus menyaksikan terjalinnya kerja sama antara organisasi diabetes Korea Selatan dan Indonesia. Daewoong akan terus mendukung pertukaran akademik serta memperluas kolaborasi dengan tenaga kesehatan di Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan, perusahaan ingin berkontribusi lebih jauh dalam meningkatkan kualitas pengelolaan diabetes nasional melalui inovasi terapi, dukungan penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dengan meningkatnya jumlah penyandang diabetes di Indonesia dari tahun ke tahun, hadirnya inovasi terapi yang didukung kolaborasi internasional diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi pasien sekaligus memperkuat upaya pencegahan komplikasi jangka panjang, sehingga kualitas hidup penyandang diabetes dapat terus meningkat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Anggia Ananda Safitri Raih Medali Emas pada Indonesia Youth Science Competition (IYSC) 2026
Anggia Ananda Safitri Raih Medali Emas pada Indonesia Youth Science Competition (IYSC) 2026
WhatsApp Image 2026-06-28 at 15.10
Khitanan Massal hingga Pasar Murah, KDS Pastikan Layanan Menjangkau Masyarakat
MUJ dan bank bjb
Migas Utama Jabar dan bank bjb Berkolaborasi Perkuat Bisnis Energi dan Layanan Keuangan
Daewoong Dorong Pengelolaan Kolesterol Lebih Komprehensif demi Tekan Risiko Penyakit Jantung pada Pasien Diabetes
Daewoong Dorong Pengelolaan Kolesterol Lebih Komprehensif demi Tekan Risiko Penyakit Jantung pada Pasien Diabetes
20250907_201002-1551046706
Diego Forlan Apresiasi Keberanian Ronald Araujo Bicara Kesehatan Mental
Berita Lainnya

1

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
Bandara Husein Segera Beroperasi, Farhan Percepat Penataan Infrastruktur
Bandara Husein Segera Beroperasi, Farhan Percepat Penataan Infrastruktur
Dari Stres Hingga Depresi, Farhan Bangbara Siap Dampingi Warga Kota Bandung
Dari Stres Hingga Depresi, Farhan: Bangbara Siap Dampingi Warga Kota Bandung
Farhan Penghuni Kos di Kota Bandung Wajib Terdata
Farhan: Penghuni Kos di Kota Bandung Wajib Terdata
WhatsApp Image 2026-06-23 at 06.47
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka