Disebut Cacat Prosedur, IDI Gugat UU Kesehatan ke MK

Disebut Cacat Prosedur, IDI Gugat UU Kesehatan ke MK-13-7-2023
Ilus(Walpaper flare)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yaitu Dr.dr. Adib Khumadi memastikan jika pihaknya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan tersebut terkait dengan Undang-Undang Kesehatan yang telah resmi disahkan DPR-RI pada Selasa, (11/7/2023).

Menurutnya, UU Kesehatan memiliki cacat prosedur. Hal tersebut karena UU tersebut disahkan dalam waktu 5 bulan dan diawal oleh RUU siluman yang salinan aslinya tidak pernah diterima IDI dan organisasi lainnya.

IDI Gugat UU Kesehatan

“Kami bersama 4 organisasi profesi lainnya. Akan menyiapkan upaya hukum, sebagai bagian tugas kami sebagai masyarakat yang taat hukum, untuk mengajukan judicial review melalui Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia,” ujar Dr. Adib, melansir Suara.

Temuan cacat prosedur tersebut didapati IDI berdasarkan dengan kajian terkait dengan proses pembuatan UU kesehatan, sejak naskah draft UU siluman pada September 2022, lalu draft tersebut tiba-tiba berubah di badan legislatif.

BACA JUGA: RUU Kesehatan: Indonesia Bakal Banjir Nakes Asing

“Artinya di dalam pemenuhan undang-undangan ini tidak ada transparansi. Kedua UU ini belum menunjukan partisipasi bermakna, kalau dikatakan ada komunikasi itu sifatnya hanya sosialisasi atau pemberitahuan,” lanjut Adib.

Harusnya UU tersebut ada masukan dari publik atau organisasi profesi kesehatan seperti IDI, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang nantinya bisa menjadi usulan  yang dituangkan dalam pasal.

Dia juga mengkritisi isi undang-undang, meskipun ada beberapa draft yang rilis dan beredar ke publik. Tapi hal tersebut belum memenuhi kepentingan kesehatan masyarakat saat ini. Termasuk pembelanjaan atau pengeluaran negara terkait kesehatan.

Kata Dr. Adib, dibanding UU Kesehatan yang baru diresmikan, justru UU Kesehatan 36 tahun 2009 lebih baik. Hal ini karena dalam UU Kesehatan 2023 yang baru, tidak ada alokasi, persentase, pemanfaatan dan sumber pendanaan kesehatan dari pemerintah alias hilang.

“Karena UU Kesehatan 36 tahun 2009 malah menyebutkan 2/3 dari anggaran itu untuk pelayanan publik, dan ini tidak ada. Hanya menyebutkan sumber, agak berbeda hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah dan sumber lain yang sah menurut perundang-undangan,” Ujar Dr. Adib.

Dia juga sangat menyayangkan pemerintah yang saat ini sedang berkonsentrasi dengan transformasi sistem kesehatan. Tapi pemerintah tidak menjelaskan secara rinci terkait denagn komitmen pembiayaan kesehatan berapa persen dan untuk apa dari anggaran APBN maupun APBD.

Sementara itu Kementerian Kesehatan dan DPR-RI selasa, 11/7/2023 baru mengesahkan UU Kesehatan yang  sebelumnya mendapat kecaman dan penolakan dari berbagai pihak. Artinya UU ini menggantikan UU Kesehatan 36 tahun 2009 yang sebelumnya berlaku.

(Kaje/Aak)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City