Buka Bukaan, Dedi Mulyadi Umumkan Kas Daerah Jawa Barat Tiap Hari

Dedi Kas Jawa Barat
(Dedi Mulyadi (dok Pemprov Jabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan mengumumkan posisi rekening kas umum daerah (RKUD) secara rutin lewat akun sosial media miliknya.

Dedi menyebutkan, langkah yang dimulai sejak Senin ini dilakukan untuk mendorong keterbukaan informasi dan transparansi.

“Betul (akan di-posting setiap hari),” kata Dedi, melansir Antara, Selasas (28/10/2025).

Ia mengungkap, keputusan ini diambil merespon ramainya isu di media terkait temuan Menteri keuangan soal dana kas daerah yang mengendap dalam bentuk deposito. Pada pekan lalu, Dedi telah membuka posisi RKUD di Bank BJB sebesar Rp2,4 triliun.

“Untuk apa sih dilakukan ini? Memberikan penjelasan kepada publik bahwa belanja pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dilakukan secara terbuka, bisa diakses oleh publik,” jelas Dedi.

Dirinya mengatakan, keterbukaan anggaran sudah ia lakukan saat menjabat selama dua periode sebagai Bupati Purwakarta.

“Bahkan saya sering menyampaikan anggaran per item dalam setiap waktu,” ujarnya.

Baca Juga:

Purbaya Respon Dedi Mulyadi terkait Uang Jabar Disimpan dalam Bentuk Giro: Malah Rugi!

Bantah Menkeu Purbaya, Dedi Mulyadi Datangi BI: Tak Ada Deposito Rp 4,1 Triliun!

Pada Senin (27/10/2025), Dedi mengungkap posisi RKUD terbaru berdasarkan laporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Barat mengenai penerimaan dan realisasi pengeluaran Jawa Barat.

Dari sisi penerimaan, setoran pajak dari rokok triwulan III tercatat sebesar Rp935,8 miliar lebih. Kemudian, sumber penerimaan didominasi oleh sektor PAD yang bersumber dari pajak maupun retribusi lainnya mencapai Rp22,8 miliar lebih.

Dari sisi realisasi belanja, tercatat pengeluaran sebesar Rp49,6 miliar lebih. Secara rinci, belanja tersebut terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp3,9 miliar; belanja barang dan jasa Rp10,2 miliar; belanja hibah Rp4,08 miliar; belanja modal Rp20,3 miliar; serta belanja bantuan keuangan desa Rp11,05 miliar.

Sementara update posisi RKUD Provinsi Jawa Barat per hari Selasa (28/10/2025) tercatat sebesar Rp2,63 triliun rupiah, dengan rincian saldo penerimaan pada Senin (27/10/2025) sebesar Rp39,5 miliar serta pengeluaran sebesar Rp.710 miliar.

Smentara itu, Dedi juga mengungkapkan saat ini daerahnya masih kekurangan anggaran untuk membiayai pembangunan di Jawa Barat hingga Desember 2025 yang mencapai Rp7,5 triliun.

“Artinya uangnya masih kurang. Dari mana menutup kekurangan uangnya itu? Kami menunggu pendapatan dana transfer pusat dan menunggu juga dana-dana yang diperoleh dari pendapatan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

(Raidi/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City