Bripda DP Tewas di Asrama Polda Sulsel, Keluarga Curiga Dianiaya Senior

bripda dp
Bintara muda Polri, Brigadir Dua (Bripda) DP. (X/randyaraman78)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kematian seorang bintara muda Polri, Brigadir Dua (Bripda) DP (19), di asrama Polda Sulawesi Selatan memicu sorotan publik. Keluarga korban menduga ada unsur penganiayaan senior di balik peristiwa tragis tersebut.

DP diketahui merupakan lulusan pendidikan Polri tahun 2025 yang baru bertugas di satuan Sabhara. Ia tinggal di asrama kepolisian sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis dan sempat dilarikan ke RSUD Daya. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Keluarga Curiga Ada Kejanggalan

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan putranya dalam kondisi sehat beberapa jam sebelum kejadian.

“Subuh tadi dia masih bicara dengan ibunya, kondisinya baik. Tapi pagi hari kami terkejut menerima kabar putra kami meninggal,” ujar Jabir, Minggu (22/2/2026).

Kecurigaan keluarga menguat setelah ditemukan lebam pada tubuh korban serta darah di bagian mulut. Menurut keluarga, DP sebelumnya tidak pernah mengeluh sakit.

Jenazah kemudian dirujuk ke Biddokkes Polda Sulsel untuk pemeriksaan lanjutan dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Propam Mulai Penyelidikan

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel menyatakan kasus ini sedang ditangani secara profesional dan transparan.

Kabid Propam Zulham menegaskan proses penyelidikan telah berjalan, namun pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum mengambil langkah berikutnya,” kata Zulham.

Baca Juga:

Warga Pulomas Murka! Lapangan Padel di Tengah Permukiman Diprotes

Pemerintah Jamin Data Pribadi Warga RI Aman Meski Dipegang AS

Sorotan pada Perlindungan Anggota Baru

Kasus kematian Bripda DP kini menjadi perhatian publik, terutama terkait perlindungan anggota baru di lingkungan asrama kepolisian.

Sejumlah pihak menilai pengawasan internal perlu diperkuat agar tidak terjadi praktik kekerasan atau perundungan di tubuh institusi. Transparansi hasil autopsi dan penyelidikan menjadi kunci untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Bripda DP masih menunggu hasil pemeriksaan forensik resmi.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Luncurkan ETF Emas di Pasar Modal Indonesia
OJK Luncurkan ETF Emas di Pasar Modal Indonesia
bank-bjb-pra-event-broder-trail
Dapatkan Tiket BRODER50 dengan Menabung di bank bjb Demi Lari di Padang Pasir Bromo
WhatsApp Image 2026-08-08 at 16.29
OJK Jabar Raih IWEB Financial Literacy and Education Partnership Award 2026
maxresdefault
Persib Siapkan Benteng untuk Musim Padat, Danijel Loncar Jadi Rekrutan Terbaru
WhatsApp Image 2026-08-08 at 22.01
Raih Pendanaan PKM RE Kemendiktisaintek 2026! Mahasiswi Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Inovasi Jamu Nanopartikel Daun Salam Berbasis PlantCrystal sebagai Kandidat Pendekatan terhadap Kekakuan Arteri pada Hipertensi
Berita Lainnya

1

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

2

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
WhatsApp Image 2026-08-10 at 18.25
Wali Kota Bandung Titip Pesan Kebangsaan kepada Paskibraka, Bukan Sekadar Baris-Berbaris
WhatsApp Image 2026-08-08 at 17.03
Farhan: Komunitas Turut Perkuat Pariwisata dan Promosi Kota Bandung
WhatsApp Image 2026-08-07 at 13.48
Mumpung Kemarau, KDS Dorong Percepatan Normalisasi Sungai di 12 Kecamatan
WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.16
Pemkot Bandung Pastikan Hak Belajar Siswa SDN 026 Bojongloa Tetap Terjamin