JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — PT Honda Prospect Motor (HPM) akan mempelajari rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol sebanyak 10 persen (E10).
“Mengenai wacana tersebut, nanti kami akan pelajari penerapan dari aturan ini. Namun, secara teknis produk Honda sudah kompatibel dengan bahan bakar yang diwacanakan oleh pemerintah,” ujar Direktur Penjualan dan Pemasaran serta Purnajual PT HPM, Yusak Billy melansir Antara, Senin (20/10/2025)
Yusak juga menegaskan, seluruh produk lini kendaraan dari merek berlogo H tegak ini, diklaim telah memiliki kesiapan secara teknis untuk menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol 10 persen
“Seluruh produk Honda yang kami pasarkan sekarang ini secara teknis sudah kompatibel dengan bahan bakar yang diwacanakan pemerintah,” tambahnya
Ia pun meminta kepada para konsumen Honda tidak perlu merasa khawatir apabila pemerintah nantinya benar-benar menerapkan kewajiban penggunaan BBM dengan kandungan etanol 10 persen.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan terhadap kebijakan mandatori pemakaian BBM campuran etanol 10 persen. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menurunkan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
BACA JUGA:
ESDM akan Buktikan Kualitas BBM Etanol 10 Persen Lewat Uji Coba, Kapan?
Daftar Mobil Bisa Tenggak BBM Etanol di Indonesia, Mana yang Anda Punya?
Etanol dinilai sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil murni.
Selain itu, penggunaan etanol juga dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang ketersediaannya semakin terbatas.
Bahan bakar etanol dapat diproduksi secara lokal menggunakan komoditas pertanian seperti jagung, tebu, dan singkong — hal ini juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri bioenergi nasional.
(Saepul)











