Awas Modus Penipuan Telepon Ngaku IT hingga Perbankan, Ini Cara Antisipasi dari Google

penipuan telepon
(Tribatanews)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Google melalui Google Threat Intelligence, memberikan peringatan akan kejahatan penipuan siber nyata, yang memanfaatkan telepon sebagai jalur utama.

Modusnya menggunakan teknik vishing (voice phishing) ini menyasar pengguna smartphone, baik Android maupun iOS, dan kini menjadi metode serangan sosial engineering yang kian canggih.

Pada laporan yang terbit Rabu, 11 Juni 2025, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS0 tersebut menekankan, serangan vishing kerap dilakukan oleh pelaku yang berpura-pura menjadi pihak tepercaya, seperti tim IT perusahaan atau penyedia layanan  dengan tujuan mengelabui korban agar memberikan akses ke perangkat atau membocorkan informasi sensitif seperti username, password, atau akses sistem.

Cara Kerja Penipuan Modus Telepon

Pengguna diimbau untuk tidak menjawab panggilan dari nomor tidak dikenal, apalagi jika nada bicara terdengar mendesak dan menciptakan suasana darurat. Berdasarkan temuan Google, pola umum serangan vishing melibatkan:

  • Penelepon mengaku sebagai staf IT dari perusahaan ternama, seperti Salesforce atau platform kerja lainnya.

  • Korban diminta menginstal aplikasi atau membuka tautan yang dikirim lewat SMS atau e-mail.

  • Penelepon kerap menyebut nama kolega atau informasi internal agar terdengar meyakinkan.

  • Nada suara yang digunakan terdengar profesional, bahkan agresif dan mendesak.

BACA JUGA:

Serangan Siber Semakin Marak, Ini Metode Phising yang Perlu Diwaspadai!

Sindikat Penipuan Online di Sidrap Terbongkar, 40 Pelaku Ditangkap Kodam XIV/Hasanuddin

“Pelaku menggunakan teknik manipulasi psikologis, bukan celah teknis,” tulis Google dalam laporannya.

Komplotan Siber

Google mengidentifikasi kelompok peretas UNC6040 sebagai dalang di balik serangan vishing yang terstruktur ini. Kelompok tersebut sudah aktif sejak awal tahun dan kini mulai menargetkan perusahaan besar di sektor ritel, perhotelan, dan pendidikan, khususnya di wilayah Amerika Serikat dan Eropa.

Alih-alih meretas secara langsung, UNC6040 menjebak korban agar secara sukarela menginstal aplikasi palsu,  seperti “Data Loader” tiruan milik Salesforce yang sebenarnya berfungsi sebagai pintu masuk bagi pelaku untuk mencuri data dan mengakses sistem internal.

Setelah aplikasi terpasang, pelaku bisa menembus sistem perusahaan, mencuri data sensitif, hingga menyebar ke layanan cloud lain yang terhubung, termasuk dokumen penting, email perusahaan, dan bahkan rekaman rapat virtual.

Peringatan dari Kepolisian AS

Badan Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) turut mengeluarkan peringatan. Dalam pernyataannya, FBI mengungkapkan bahwa sejak April 2025, terjadi lonjakan signifikan kasus vishing yang juga disertai dengan smishing (SMS phishing) dan penggunaan suara buatan AI.

Beberapa kasus bahkan melibatkan suara palsu yang mengaku sebagai pejabat pemerintah, yang kemudian memancing korban untuk membuka tautan berisi malware atau memberikan data pribadi.

“Modusnya berpindah-pindah — dari SMS, ke panggilan suara, lalu ke tautan berbahaya di situs palsu. Ini bentuk baru dari serangan lintas platform,” kata juru bicara FBI.

Untuk membantu pengguna dan perusahaan meminimalkan risiko, Google memberikan beberapa langkah pencegahan yang perlu diterapkan:

  1. Gunakan prinsip least privilege: Berikan akses hanya sesuai kebutuhan masing-masing individu.

  2. Batasi aplikasi pihak ketiga: Kendalikan dengan ketat aplikasi eksternal yang terhubung ke sistem internal.

  3. Pembatasan berbasis IP: Hanya izinkan akses sistem dari alamat IP yang tepercaya.

  4. Aktifkan Salesforce Shield: Gunakan fitur keamanan tambahan untuk mendeteksi aktivitas abnormal.

  5. Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA): Terapkan MFA di semua akun untuk perlindungan ekstra.

  6. Jangan jawab panggilan mencurigakan: Jika ada penelepon yang mengaku dari tim IT dan meminta akses atau instalasi aplikasi, segera akhiri panggilan dan lakukan verifikasi melalui jalur resmi.

Google menekankan bahwa serangan ini tidak memandang target, baik karyawan biasa, eksekutif, maupun pengguna individu, semuanya rentan.

Karena sifatnya mengandalkan rekayasa sosial, bukan celah perangkat lunak, maka kesadaran dan kewaspadaan menjadi pertahanan utama.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Voice Phishing

4 Tips Menghindari Voice Phishing

BANDUNG,TM.ID: Simak dalam artikel ini beberapa tips untuk menghindari modus kejahatan voice phising. Voice phishing atau sering disebut sebagai vhishing, merupakan modus penipuan baru yang kini

Read More »
Berita Terkini
Marco Bezzecchi
Hasil Practice MotoGP Australia 2026: Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Tempel Ketat di Posisi Ketiga
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Marco Bezzecchi menunjukkan kecepatan impresif pada sesi practice MotoGP...
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
img-20261014-213402
Raperda Perseroda BPR Kota Bandung Rampung, Layanan Perbankan Bank Bandung Didorong Kian Ciamik
Panitia Khusus (Pansus) 18 DPRD Kota Bandung berhasil merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dua nama besar di dunia hiburan, Titi DJ dan Thomas Djorghi, resmi...

4

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa dirinya akan melakukan pendataan terhadap seluruh pondok pesantren (ponpes) terlebih dahulu.
Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sejumlah ruko di Blok 3 kawasan Pasar Soreang dilaporkan ambruk pada...

5

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....
Headline
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.38
Cita Rasa Halloween: Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan Menu Spesial Haunted Feast
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut musim Halloween tahun ini, Swiss-Belresort Dago Heritage...
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...