BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi di kawasan RW 07 Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage.
Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Binamarga (DSDABM), pemerintah akan melakukan pengerukan sungai dan penyediaan pompa air sebagai bagian dari upaya jangka pendek menghadapi musim hujan.
Namun, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan langkah-langkah teknis tersebut harus dibarengi dengan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase agar solusi yang diterapkan bersifat permanen, bukan reaktif.
“Kalau hanya mengandalkan pompa air, genangan akan terus berulang. Kita perlu solusi permanen seperti kolam retensi yang bisa menampung limpasan air hujan,” kata Farhan, Selasa (28/10/2025).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, yang sebelumnya menjabat Kepala DSDABM, mengusulkan agar taman di kawasan Perumahan Griya Cempaka Arum dialihfungsikan sebagai kolam retensi.
Menurutnya, kolam retensi dapat menjadi solusi efektif untuk menampung limpasan air dari permukiman dan jalan raya, sekaligus mengurangi potensi banjir saat curah hujan tinggi.
“Jika taman tersebut difungsikan sebagai kolam retensi, maka aliran air dapat tertampung sementara sebelum dialirkan ke sungai utama. Ini lebih efektif dibanding hanya mengandalkan pompa,” ujar Didi.
Dalam kesempatan yang sama, Farhan juga menyoroti peningkatan intensitas banjir, genangan dan pohon tumbang yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai wilayah Bandung. Dirinya juga menyebut, fenomena tersebut merupakan dampak nyata perubahan iklim (climate change) yang kini mulai terasa di tingkat lokal.
“Kota Bandung sekarang sedang mengalami dampak perubahan iklim. Tanah makin tidak stabil, hujan makin deras, dan angin lebih kencang. Karena itu saya harus memantau langsung kondisi di lapangan,” kata Farhan.
Farhan menjelaskan, perubahan pola cuaca ekstrem ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh jajaran Pemkot Bandung. Dirinya menegaskan pengendalian banjir kini tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, tetapi harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.
Baca Juga:
Banjir Kawasan Gedebage Kota Bandung, Ini Kata Wali Kota Bandung
Farhan memastikan, Pemkot Bandung saat ini bekerja dalam ritme 24 jam penuh untuk merespons potensi bencana perkotaan.
Farhan pun menugaskan DSDABM, BPBD dan Dinas Kebakaran untuk siaga setiap waktu, terutama menghadapi musim hujan yang disertai cuaca ekstrem.
“Kami tidak bisa santai. Penanganan bencana harus cepat, terukur, dan terkoordinasi. Bandung harus siap menghadapi tantangan perubahan iklim dengan sistem kerja yang tangguh,” tegasnya.
Farhan menekankan penanganan banjir di Bandung bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari visi besar pembangunan kota yang berkelanjutan.
Farhan berharap setiap solusi yang dirancang bisa memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya reaksi sesaat terhadap bencana.
“Kita tidak ingin hanya memadamkan masalah setiap musim hujan. Bandung harus punya sistem drainase yang modern dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya.
(Kyy/Budis)











