JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pendaftaran pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tak sekadar formalitas. Di balik prosesnya, terdapat seleksi berlapis yang wajib dilalui setiap pendaftar, mulai dari verifikasi administrasi, tes kesehatan jasmani dan rohani, hingga penilaian ideologi kebangsaan.
Program yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia ini memastikan hanya ASN yang memenuhi standar ketat yang dapat mengikuti pelatihan dan memperkuat sistem pertahanan negara.
Jumlah ASN yang mendaftar terus bertambah menjelang pelatihan Komcad gelombang pertama, yang dijadwalkan mulai April 2026. Hingga Kamis (26/2/2026), 987 ASN telah terdaftar dari kuota 2.000 peserta untuk gelombang pertama.
Tahapan Seleksi dan Persyaratan Peserta
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, seluruh pendaftar Komcad termasuk ASN tetap harus melalui tahapan seleksi berikut:
- Administrasi: Verifikasi kelengkapan dokumen.
- Kesehatan & Jasmani: Pemeriksaan kesehatan umum, kesegaran fisik dan ketahanan jasmani.
- Psikologi dan Mental Ideologi: Uji psikologi serta penilaian kesiapan mental sesuai nilai pertahanan negara.
Rico menegaskan bahwa setiap calon peserta tidak berada di bawah paksaan, melainkan bergabung secara sukarela setelah melewati proses yang ketat.
“Calon peserta yang telah mendaftar tetap harus melalui proses seleksi. Tahapan seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, kesegaran jasmani,” kata Rico.
Seleksi kesehatan tersebut dinilai penting karena peserta nantinya akan diberikan materi dasar kemiliteran yang memerlukan ketahanan fisik. Sementara penilaian psikologi dimaksudkan untuk memastikan kesiapan menghadapi tekanan selama pelatihan.
Kuota, Lokasi Pelatihan, dan Rencana Jadwal
Kemhan menyediakan total 4.000 kuota ASN untuk mengikuti pelatihan Komcad dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan diikuti 2.000 ASN dan berlangsung selama kira-kira 1,5 bulan di lima lokasi pendidikan milik TNI, yakni:
- Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes)
- Skadik 301
- Pusbahasa AU
- Kodam Jaya
- Pasukan Marinir (Pasmar) 1
Gelombang kedua berikutnya direncanakan digelar pada pertengahan 2026 dengan jumlah peserta yang sama.
Materi Pelatihan dan Tujuan Nasional
Rico menyatakan bahwa pelatihan Komcad dirancang untuk menanamkan semangat nasionalisme dan jiwa pengabdian kepada negara di kalangan ASN. Menurutnya, pengalaman pelatihan akan memberi wawasan dan kompetensi dasar yang bermanfaat bagi birokrat dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam situasi darurat atau ancaman non-konvensional.
Selain seleksi ketat, materi yang akan diberikan kepada ASN peserta Komcad di antaranya dasar pelatihan kemiliteran, pengetahuan bela negara, serta pembinaan mental ideologi. Korps Marinir TNI AL turut mempersiapkan fasilitas dan materi pelatihan, termasuk pembinaan disiplin dan ketahanan fisik bagi peserta ASN.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar), Rana Karyana mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan materi khusus khas Marinir untuk para peserta komcad dari kalangan ASN.
Materi yang diberikan mencakup pembinaan karakter dengan penekanan pada disiplin dan loyalitas, penguatan mental agar tangguh, pantang menyerah, serta mampu beradaptasi di bawah tekanan.
Peserta juga dibekali keterampilan dasar bertahan hidup, peningkatan ketahanan di lapangan, serta pemahaman tentang pentingnya kekompakan dan semangat kebersamaan dalam tim (esprit de corps).
Rana juga menambahkan, pengetahuan tentang soliditas tim perlu untuk diberikan meskipun peserta berasal dari latar belakang ASN.
“Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara,” jelas Rana.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati Bandung/Khusnul Yulida)










