Aplikasi Jaga Desa Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN Soroti Transparansi Dana

Aplikasi Jaga Desa
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menilai program digital Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) menjadi instrumen penting dalam memperkuat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dadan, kehadiran aplikasi yang dikembangkan oleh Kejaksaan Agung bersama Kementerian Desa ini mampu meningkatkan akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan dana dan pelaksanaan program di tingkat desa.

“Dengan adanya aplikasi ini, pengawasan semakin kuat. Ini akan mendorong seluruh mitra dan SPPG bekerja lebih serius, sehingga program menjadi lebih berkualitas dan akuntabel,” ujarnya usai acara Jaga Desa Award 2026 di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran MBG dikelola langsung di tingkat lokal. Sekitar 93 persen dana disalurkan ke rekening virtual milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai desa di Indonesia.

Dengan sistem digital tersebut, pemantauan penggunaan anggaran menjadi lebih transparan. Kolaborasi antara BGN dan Kejaksaan Agung juga diyakini mampu memperketat pengawasan terhadap aliran dana di setiap SPPG.

Dadan menambahkan, aplikasi Jaga Desa kini hampir menjangkau seluruh wilayah desa dan diharapkan semakin banyak unit SPPG yang terintegrasi dalam sistem tersebut.

“Pengawasan tidak hanya dari internal seperti inspektorat dan deputi, tetapi juga melibatkan masyarakat, BPKP, hingga Kejaksaan,” jelasnya.

Baca Juga:

5.626 Siswa Keracunan MBG Sepanjang 2025, Ini Hasil Investigasi BGN

Tak hanya soal anggaran, BGN juga menaruh perhatian pada kualitas program. Setiap SPPG diwajibkan mengunggah menu makanan harian lengkap dengan informasi nilai gizi dan biaya produksi. Selain itu, sistem umpan balik dari penerima manfaat juga tengah disiapkan untuk mengevaluasi layanan.

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa program Jaga Desa merupakan komitmen institusinya dalam mengawal tata kelola pemerintahan desa agar bersih dari penyimpangan hukum.

“Ini adalah upaya nyata untuk memastikan pemerintahan desa berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian