Apa Penyebab Terjadinya Seckel Syndrome?

seckel syndrome
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seckel syndrome merupakan salah satu penyakit genetik yang sangat langka, ditandai dengan gangguan pertumbuhan fisik dan mental sejak masa kanak-kanak.

Kondisi ini menyebabkan keterlambatan perkembangan tubuh, mikrosefali (ukuran kepala kecil), serta gangguan kognitif yang beragam pada setiap pengidapnya.

Meskipun jarang terjadi, pemahaman mendalam mengenai penyebab, gejala, hingga dampaknya sangat penting agar diagnosis dan penanganannya dapat dilakukan lebih dini dan tepat.

Penyebab Seckel Syndrome

Mutasi Genetik Sebagai Faktor Utama

Penyebab utama Seckel syndrome adalah mutasi genetik yang mengganggu mekanisme normal pembelahan dan pertumbuhan sel dalam tubuh. Sejumlah gen yang diketahui berperan dalam sindrom ini antara lain ATR, RBBP8, CEP152, dan CENPJ.

Mutasi pada gen tersebut dapat menghambat proses perbaikan DNA serta replikasi sel yang sehat. Akibatnya, pertumbuhan tubuh terhambat secara signifikan, baik pada janin maupun setelah kelahiran.

Pewarisan Secara Resesif Autosomal

Seckel syndrome diwariskan secara resesif autosomal, artinya seorang anak hanya akan mengidap penyakit ini jika menerima gen rusak dari kedua orang tua.

Jika hanya satu pihak yang membawa gen rusak, anak tersebut hanya menjadi carrier (pembawa sifat) tanpa menunjukkan gejala. Risiko meningkat pada keluarga dengan hubungan darah dekat seperti pernikahan antar sepupu.

Gejala Seckel Syndrome

Ciri Fisik yang Khas

Sejak lahir, anak dengan Seckel syndrome menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali, antara lain:

  • Mikrosefali, ukuran kepala jauh lebih kecil dibandingkan anak seusianya.

  • Mata besar dan menonjol, memberikan tampilan wajah khas.

  • Hidung kecil dan berparuh, dengan mulut yang tampak lebih lebar.

  • Dahi sempit dan dagu kecil (mikrognatia).

  • Pertumbuhan tinggi badan terhambat (dwarfisme proporsional).

Wajah anak dengan sindrom ini sering disebut “bird-headed appearance” karena bentuk wajah yang menyerupai paruh burung.

Baca Juga:

Dewi, Sosok Ibu Super Tabah yang Rawat Anak Kembar Seckel Syndrome: Tolak Anggapan Beban Seumur Hidup

Locked-in Syndrome: Tubuh Terasa Terkurung, tapi Pikiran Tetap Sadar

Gangguan Perkembangan Mental dan Motorik

Selain ciri fisik, penderita Seckel syndrome juga mengalami gangguan perkembangan mental yang bervariasi, mulai dari keterlambatan belajar hingga gangguan kognitif berat.

Keterlambatan perkembangan motorik seperti sulit berjalan, berbicara, atau mengendalikan gerakan tubuh merupakan hal umum yang dialami. Beberapa anak juga menunjukkan kesulitan dalam berinteraksi sosial dan memahami instruksi sederhana.

Hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan spesifik untuk menyembuhkan Seckel syndrome. Penanganannya berfokus pada mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City