Amran Sebut Beras Satu Harga Diberlakukan, Mampukah Kendalikan Subsidi Pangan?

Harga Eceran Tertinggi Beras Medium Naik Jadi Rp13.500 per Kilogram
Ilustrasi-Beras Medium (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kebijakan beras satu harga diberlakukan untuk memastikan subsidi beras dari pemerintah tidak disalahgunakan pihak swasta demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

“Kami ingin mengunci seluruh beras yang disubsidi negara. Itu harus dikontrol dan diintervensi,” ujar Amran dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR di Senayan, Kamis (21/8/2025).

Ia menyebut, pemerintah telah menggelar rapat koordinasi terbatas sebanyak 3-4 kali guna membahas implementasi kebijakan ini. Langkah tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya anggaran subsidi pangan yang mencapai Rp 164,4 triliun.

Amran menegaskan, swasta tidak boleh mengambil keuntungan berlebih dari beras bersubsidi. Jika ingin menetapkan harga lebih tinggi, pengusaha dipersilakan menjual beras hasil produksi sendiri, bukan yang disubsidi pemerintah.

Baca Juga:

Amran Sebut Harga Beras di 13 Provinsi Sudah Turun

Pemerintah Klaim Harga Beras Sudah Turun, Jawa Barat Masih di Atas HET!

“Kalau swasta ingin membangun atau mencetak sawah sendiri, silakan tetapi tidak boleh menggunakan subsidi negara, baik traktor, benih, maupun pupuk,” tegasnya.

Meski demikian, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengingatkan agar kebijakan beras satu harga tidak diterapkan secara terburu-buru. Menurutnya, aturan tersebut menyangkut hajat hidup banyak orang sehingga harus dipertimbangkan dengan matang.

“Nanti kalau diterapkan satu harga tetapi hasilnya tidak sesuai, Presiden bisa saja mencabut aturannya lagi,” ujar Titiek.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa ke depan hanya akan ada satu harga eceran tertinggi (HET) untuk beras, tanpa lagi membedakan medium dan premium.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang mengubah klasifikasi penjualan beras, dari sebelumnya berdasarkan kualitas medium dan premium, menjadi hanya dua kategori, yakni beras biasa dan beras khusus. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City