Alex Marquez Tak Mau Hanya Jadi ‘Adik Marc’, Kini Siap Ambil Alih Peran di Ducati

Duo Marquez
Marc Marquez dan Alex Marquez (Foto: dok. MotoGP)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Alex Marquez kian mantap menegaskan identitasnya sendiri di MotoGP. Setelah menutup musim 2025 dengan status runner-up dunia dan membawa Gresini Racing menjadi tim independen terbaik, kini ia bersiap menjalani tantangan baru, menguji prototipe motor Desmosedici GP26 menggantikan sang kakak, Marc Márquez, yang masih cedera.

Namun, bagi Alex, kesempatan ini bukan sekadar membantu Ducati. Lebih dari itu, ini adalah langkah konkret untuk membuktikan bahwa dirinya bukan lagi sekadar “adik Marc Márquez”, melainkan pembalap matang dengan kapasitas juara.

Dalam beberapa musim terakhir, Alex sering disebut hanya mengikuti jejak sang kakak. Tapi performanya di GP Malaysia membalikkan narasi itu. Ia menaklukkan lintasan Sepang dengan strategi yang matang dan kecepatan konsisten, sebuah kemenangan yang memastikan dirinya duduk di peringkat kedua klasemen dunia MotoGP 2025.

“Awalnya saya menaruh ekspektasi terlalu tinggi di Sepang, dan itu jadi kesalahan. Tapi kami bekerja keras, memperbaiki motor sedikit demi sedikit, dan akhirnya bisa menemukan stabilitas yang membuat saya bisa mengontrol ritme hingga akhir,” aku Alex, melansir MotoGP, Senin (27/10/2025).

Ketenangan dan kedewasaan itu menjadi bukti bahwa Alex kini punya kapasitas teknis yang kuat, bahkan untuk mengemban tanggung jawab besar dalam pengembangan motor Ducati musim depan.

Baca Juga:

Alex Marquez Dominasi Latihan Bebas MotoGP Portugal

Dengan absennya Marc Márquez akibat cedera, Ducati memerlukan sosok pengganti yang memahami karakter Desmosedici dan punya umpan balik teknis tajam. Alex pun tak ragu menyatakan kesiapannya.

“Saya sudah bilang ke Ducati kalau mereka butuh seseorang untuk menguji sesuatu, saya siap,” ucapnya.

Kalimat sederhana itu justru menunjukkan keberanian dan ambisi. Alex bukan hanya ingin menutup celah sementara yang ditinggalkan sang kakak, tapi juga memperlihatkan bahwa dirinya siap menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek GP26.

Musim 2025 menjadi titik balik bagi keluarga Márquez di MotoGP. Jika Marc dikenal sebagai legenda yang membentuk era keemasan Honda dan kini tengah berjuang kembali di Ducati, maka Alex mulai membuka babak baru, era di mana nama Marquez bukan hanya milik satu orang.

Dengan mental juara, kemampuan teknis yang makin matang, serta hubungan erat dengan tim Gresini dan Ducati, Alex perlahan menulis kisahnya sendiri.

Dan jika pengujian Desmosedici GP26 nanti berjalan sukses, bukan tidak mungkin Ducati akan menatap masa depan bersama Alex sebagai calon pembalap utama mereka.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City