Ahli Gizi Ungkap Kriteria Penting Saat Memilih Susu Anak, Cek!

Memilih susu anak
(Pediasure)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Pertumbuhan dan perkembangan optimal anak merupakan harapan setiap orang tua. Namun, masalah gizi seperti kekurangan Zat Besi masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

Menurut dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, seorang Pakar Gizi Klinik, 1 dari 3 anak di bawah 5 tahun mengalami anemia yang disebabkan oleh kekurangan Zat Besi. Kondisi ini juga dapat berdampak pada stunting, yang memengaruhi perkembangan otak anak secara permanen.

Berikut merupakan tips memilih susu anak yang perlu kamu ketahui!

Tips Memilih Susu untuk Anak

1. Perhatikan Informasi Nutrisi

Orang tua perlu memperhatikan informasi nutrisi saat memilih susu anak. Jangan terpaku pada promo belaka, tetapi teliti label kandungan nutrisi.

Pilihlah susu yang mengandung nutrisi lengkap seperti Zat Besi, Vitamin C, dan DHA untuk mendukung pertumbuhan optimal.

2. Cek Nutrisi

Selain memperhatikan pertumbuhan fisik, perhatikan juga kesehatan kognitif anak. Pilih susu yang mengandung nutrisi penting seperti Minyak Ikan, DHA, omega 3, dan omega 6. Nutrisi ini akan mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitif yang optimal.

3. Pilih Zat Besi dengan Penyerapan Optimal

Penting untuk memilih susu anak untuk pertumbuhan yang mengandung Zat Besi. Pastikan untuk mengombinasikannya dengan Vitamin C.

Kombinasi ini dapat meningkatkan penyerapan Zat Besi hingga 2x lipat, yang membantu mencegah anemia dan mendukung pertumbuhan yang optimal pada anak.

BACA JUGA: 4 Makanan yang Harus Dihindari untuk Anak dengan Cacar Air

4. Berikan Sesuai Usia Anak

Setiap tahap perkembangan anak membutuhkan nutrisi yang berbeda. Pilihlah susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan vitamin, mineral, Zat Besi, omega 3, omega 6, dan DHA sesuai dengan usia anak. Nutrisi yang tepat akan memberikan dukungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pentingnya Pemilihan Susu yang Tepat

Dr. Juwalita menekankan bahwa tidak semua susu sama. Memilih susu anak yang tepat akan memberikan nutrisi lengkap yang mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi tentang pola makan sehat juga penting untuk diberikan kepada anak, termasuk konsumsi makanan bergizi seimbang.

Bagi bayi di bawah 6 bulan, pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan, sementara anak di atas 6 bulan perlu mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas.

Dengan mengikuti tips-tips di atas dan memberikan perhatian yang baik terhadap pilihan nutrisi anak, orang tua dapat memastikan bahwa anak mereka tumbuh dengan sehat dan optimal.

Upaya pencegahan dan pendekatan dalam pemilihan nutrisi sangat penting untuk mengatasi masalah gizi dan mendukung generasi masa depan yang kuat dan sehat.

 

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City