BANDUNG, TM.ID: Pemandangan tak wajar terlihat di laga Persib Bandung vs PS Barito Putera di lanjutan pekan ke-8 Liga 1 2023/2024 kemarin.
Dibagian sektor gelandang, Persib mengandalkan duet naturalisasi asal Belanda yakni Marc Klok dan Ezra Walian. Pemandangan itu tampak asing bagi Bobotoh. Karena Ezra adalah pemain dengan atribut menyerang, selalu diduetkan dengan pemain disektor depan, bukan gelandang.
Langkah ini diambil pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak usai Dedi Kusnandar mengalami masalah di laga tersebut. Namun bukan memasukan pemain gelandang lainnya, justru Bojan memilih untuk mengganti Dedi oleh Edo Febriansah untuk mengisi posisi Ezra. Sementara Ezra tampil lebih ke tengah menggantikan posisi Dedi.
BACA JUGA: Energi Kepepet Coach RD Berhasil Bawa 1 Poin dari Kandang Persib
Bojan menjelaskan hilangnya pemain bernomor punggung 11 itu, membuat keseimbangan timnya sedikit berubah. Dalam hal ini keberadaan Ezra, membuat daya serangan timnya semakin kuat dan lebih kreatif.
Namun saat Persib bertahan, timnya cukup keteteran dalam menghalau serangan lawan. Terlebih gol Murilo Mendes hadir ketika Dedi Kusnandar sudah digantikan oleh Edo Febriansah dan celah itu dimanfaatkan tim Laskar Antasari.
“Itu karena Dedi menderita cedera. Dan Levy cukup baik sebagai gelandang serang jadi itu kenapa saya memasang Ezra di sana,” kata pria asal Kroasia.
Keputusan ini diambil Bojan karena stok pemain gelandang timnya semakin menipis. Ditambah lagi absennya Robi Darwis yang harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia U-23, membuat Bojan harus melakukan perjuadian dengan mempertahankan intensitas serangan tim Maung Bandung.
“Dia juga bisa bermain menyerang serta turun membantu pertahanan. Robi juga tidak ada karena membela timnas. Jadi pada dasarnya kami tidak memiliki yang lainnya lagi,” imbuh pria berkepala plontos tersebut.
Saat Dedi ditandu keluar lapangan, ia sempat melirik benchnya sejenak. Saat itu ia merasa ada banyak pemain dengan tipikal bertahan untuk menggantikan peran Dedi.
BACA JUGA: Rahmad Darmawan dan Luizinho Passos Adu Mulut, Pelatih Harus Beri Edukasi
Pada akhirnya ia mengambil keputusan untuk tak menurunkan pemain bertipikal bertahan demi memperbesar peluang dalam meraih kemenangan. Oleh karena itu, Ezra Walian dipilih demi mempertahankan filosofi bermainnya, yakni menyerang.
“Jika saya memasang pemain yang lebih bertahan, itu tidak akan mengubah hasil, karena kami butuh bermain lebih menyerang,” kata Bojan.
Secara hasil, pria berusia 52 tahun itu menilai peran Ezra Walian dan Marc Klok tak begitu buruk. Ia merasa keduanya bisa melakukan perannya secara baik dan menciptakan banyak peluang untuk tim Persib.
“Ezra dan Marc juga dari lini tengah bisa ikut membantu serangan dengan tendangannya dan membuat peluang untuk mencetak gol.” tutup Bojan.
(RF)