BANDUNG,TM.ID: Salah satu kecerdasan buatan (AI) yang paling canggih saat ini adalah ChatGPT, yang telah membantu banyak orang menjalani aktivitas dan meningkatkan produktivitas mereka. ChatGPT membantu orang-orang dalam berbagai hal, seperti membantu mereka menulis, menemukan informasi, atau sekadar berbicara tentang berbagai hal. Namun ada beberpa hal yang tidak bisa dilakukan ChatGPT.
Meskipun demikian, ada beberapa persyaratan untuk penggunaan kecerdasan buatan OpenAI ini. Untuk memastikan bahwa pengguna menggunakan AI dengan hati-hati, ChatGPT memiliki beberapa fitur yang tidak dapat dilakukan. Bagi yang belum tahu, ChatGPT tidak bisa melakukan hal-hal berikut sebagai kecerdasan buatan berbasis teks.
1. Mengidentifikasi penyakit dan memberikan nasihat medis
ChatGPT tidak dapat memberikan nasihat medis secara pribadi meskipun mengumpulkan informasi medis dari berbagai sumber terpercaya. Selain itu, hanya dengan memberikan penjelasan tentang keluhan dan gejala suatu penyakit, ChatGPT tidak dapat mendiagnosa penyakit.
Pekerja profesional, seperti dokter, masih perlu untuk melakukan pemeriksaan medis secara langsung. ChatGPT juga tidak dapat memberikan resep obat yang hanya dapat diberikan oleh dokter karena resep yang salah dapat fatal bagi pengguna.
2. Data real-time setelah 2021
Layaknya kanal berita, ChatGPT tidak dapat memberikan informasi terbaru secara real time. Sampai September 2021, basis data ChatGPT tidak dapat diakses. Saat ini, tidak ada yang tahu kapan OpenAI akan memberikan pembaruan pada basis datanya. Seperti yang kita ketahui, tahun ini adalah 2023, yang berarti ChatGPT telah kehilangan informasi tentang peristiwa dunia selama dua tahun. Jadi, pengguna tidak dapat bertanya tentang berita aktual di ChatGPT.
3. Melakukan tindakan yang melanggar hukum atau berbahaya
Meskipun ChatGPT tampaknya sangat pintar dengan menjawab banyak pertanyaan dan membantu pekerjaan manusia, ChatGPT tidak dapat untuk melakukan tindakan ilegal. Contohnya, ChatGPT tidak akan membantu membuat program perangkat lunak ilegal untuk tujuan kriminal, mencuri data pribadi, atau menghubungkan ke situs film bajakan. ChatGPT dapat membantu programmer dengan coding, tetapi hanya untuk hal-hal dasar.
BACA JUGA : 7 Kelebihan dan Kekurangan ChatGPT Plus: Perhatikan Supaya Tidak Menyesal
4. Membuat konten yang melanggar hukum
ChatGPT dapat membantu penulis dalam karya tulis, baik fiksi maupun nonfiksi. Namun, ChatGPT tidak dapat membantu menulis konten yang melanggar aturan dan standar, seperti pornografi, kekerasan berlebihan, atau tulisan yang berpotensi menyulut SARA. Jika pengguna nekat menulis konten seperti itu di ChatGPT, sistem akan otomatis mendeteksi pelanggaran tersebut.
5. Membuat karya ilmiah atau skripsi secara mentah-mentah
Tidak ragu lagi ChatGPT dapat membantu pengguna dalam penulisan karya ilmiah, seperti skripsi, tetapi itu hanya memberikan gambaran dan kerangka kerja. Selain itu, ChatGPT juga dapat terpakai sebagai alat untuk melakukan riset dengan cepat.
Namun, ChatGPT tidak bisa dilakukan untuk menulis skripsi secara penuh tanpa bekerja sama dengan pengguna. Jika dipaksakan, karya tulis yang dihasilkan oleh ChatGPT akan sangat buruk. Karena bahasa ChatGPT seringkali monoton dan repetitif, akan jelas bahwa itu bukan karya manusia.
Meskipun ChatGPT memiliki banyak manfaat, kita harus tahu batasan-batasannya. Selain itu, ChatGPT hanyalah alat; dia tidak memiliki kesadaran, emosi, atau perasaan. Yang paling penting adalah ChatGPT tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi manusia. Ini berlaku untuk jenis AI lainnya juga.
(Hafidah/Usamah)