2 Perangkat Paling Rawan Saat Rekapitulasi Suara di TPS, Jangan Sepelekan!

Polisi Terlibat Pilkada
Ilustrasi-Pemilu 2024 (istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: Rekapitulasi suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) merupakan masa paling kritis dalam menghitung hasil pencoblosan pemilihan umum (Pemilu).

Selain faktor human eror, kerawanan hasil rekapitulasi suara itu juga ada pada beberapa alat atau perangkat pendukung, seperti printer dan scanner.

Kedua alat itulah yang menjadi perhatian serius jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar selalu diperhatikan agar secara fungsi berjalan baik sebagaimana mestinya.

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengingatkan seluruh pihak terkait untuk mewaspadai potensi kerawanan dalam penggunaan printer dan scanner sebagai alat bantu rekapitulasi suara.

Bagja menyebut, banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan alat tersebut dalam melakukan rekapitulasi suara. Pertama berkaitan dengan kondisi TPS, apakah TPS-nya teralirkan listrik atau tidak.

“Kondisi TPS yang tidak teraliri listrik tentu akan jadi masalah. Kemudian apakah akan mati listrik?” ujar Bagja dalam kegiatan diskusi bersama Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

BACA JUGA: Buat Petugas KPPS, Ketahui 6 Tanda Kelelahan pada Tubuh Anda

Tak kalah penting, lanjut dia, aspek yang harus diperhatikan adala kemampuan SDM para petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara).

“Harus dipastikan oleh KPU bahwa setidaknya satu KPPS itu mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan alat printer dan scanner,” tegasnya.

Sebab, kemampuan petugas KPPS tersebut berkaitan dengan rekapitulasi manual, di mana formnya diisi kemudian diperbanyak melalui fotokopi.

Bagja menyarankan agar KPU melakukan pelatihan atau pendampingan dalam penggunaan alat printer dan scanner. Dia berpendapat, terkadang penggunanya juga kesulitan untuk mengoperasikan scanner dan mesin printer menggunakan gadget yang dimiliki.

Meski demikian, Bagja mengapresiasi penggunaan alat tersebut untuk mengurangi tingkat kelelahan yang dihadapi KPPS seperti pada Pemilu 2019 karena harus mengisi formulir yang banyak.

“Ini mengapa, Bawaslu harus mengawal semua tahapan dari tingkat atas hingga yang paling bawah,” katanya.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City