Zainal Arifin Mochtar Diteror Telepon Ngaku Polisi, Diancam Ditangkap!

Zainal Arifin Mochtar Diteror
Guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, mengaku mendapat teror berupa telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai aparat kepolisian. Teror tersebut diterimanya dalam beberapa hari terakhir, dengan panggilan terakhir terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025.

Melalui akun Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar, pria yang akrab disapa Uceng itu mengunggah tangkapan layar nomor penelepon yakni +6283817941429.

Uceng mengatakan, bahwa penelepon mengaku berasal dari Polresta Yogyakarta dan meminta dirinya segera menghadap sambil membawa kartu tanda penduduk. Jika tidak dipenuhi, penelepon tersebut mengancam akan melakukan penangkapan.

“Baru saja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Yogyakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP, jika tidak akan segera melakukan penangkapan. Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas,” ujar Uceng, melansir Liputan6 Sabtu (3/1/2026).

Teror Terjadi Lebih dari Sekali

Uceng menyebut, panggilan tersebut bukan yang pertama. Dalam beberapa hari terakhir, ia telah menerima setidaknya dua kali telepon dengan pola dan ancaman serupa.

“Teror seperti ini bukan kali pertama terjadi. Setidaknya dalam beberapa hari ini sudah dua kali terjadi teror serupa. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut kerja,” katanya.

Ia menegaskan tidak menggubris ancaman tersebut karena meyakini telepon itu merupakan bagian dari modus penipuan yang sudah banyak beredar di masyarakat.

Baca Juga:

Kritik Penanganan Bencana Berujung Teror, Empat Influencer Alami Intimidasi

Diduga Modus Penipuan Berkedok Aparat

Menurut Uceng, teror melalui telepon dengan mengatasnamakan aparat penegak hukum merupakan bentuk penipuan yang mudah dikenali. Namun, ia menyayangkan praktik semacam ini masih marak dan seolah dibiarkan bebas beroperasi.

“Siapa pun tahu yang kayak beginian adalah penipuan dan enggak jelas. Tapi bagaimana pun, di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris tidak pernah ada yang dikejar dengan serius,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung persoalan kebocoran data pribadi yang membuat masyarakat kerap menjadi sasaran pelaku penipuan.

“Data kita diperjualbelikan dan berbagai tindakan scam lainnya. Wajarlah kalau beberapa kali nomor kita dihubungi orang tak dikenal,” ucap Uceng.

Merespons klaim penelepon yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta, Uceng menegaskan bahwa penggunaan nama institusi kepolisian untuk menakut-nakuti warga tidak akan berpengaruh terhadap dirinya.

“Jangan jual-jual nama polisi untuk mengancam dan menakut-nakuti orang tertentu. Itu enggak akan ngefek,” tutupnya.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
IMG-20260928-WA0007
Pancasila dalam Genggaman, Ribuan Pelanggan PLN Majalaya Ikut Jaga Transparansi lewat SwaCAM
Polri di Bawah TNI dan Kemendagri
2.373 Personel Gabungan Amankan Indonesia vs Malaysia di GBK, Pengamanan Diperketat
IMG-20260926-WA0021
Jokowi Puji PSI Kota Bandung, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
Evaluasi Program di Ciambar Sukabumi, Menakar Peran Kampus bagi Masyarakat Desa
Evaluasi Program Pengabdian Universitas Trisakti di Ciambar Sukabumi, Menakar Peran Kampus bagi Masyarakat Desa
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

3

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
bank bjb UPI
bank bjb dan UPI Berkolaborasi Perluas Manfaat bagi Civitas Akademika dan Masyarakat
bank bjb Buka Kantor Cabang Pangandaran, Perkuat Akses Keuangan dan Potensi Ekonomi Pesisir
bank bjb Buka Kantor Cabang Pangandaran, Perkuat Akses Keuangan dan Potensi Ekonomi Pesisir