BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — China menyatakan prihatin dengan insiden penembakan yang menimpa mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Presiden Xi Jinping telah menyampaikan belasungkawa kepada Trump.
“China prihatin dengan insiden penembakan mantan Presiden Trump. Presiden Xi Jinping telah menyampaikan belasungkawa kepada mantan Presiden Trump,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam keterangan tertulisnya di Beijing, Sabtu (13/07/2024).
Akibat penembakan itu, Donald Trump mengalami luka di bagian telinga. Insiden itu terjadi, saat berkampanye di negara Bagian Pennsylvania pada Sabtu (13/7) waktu setempat.
BACA JUGA: Reaksi Pemimpin Dunia Terhadap Penembakan Donald Trump
Juru bicara Trump, Steven Cheung, mengatakan bahwa mantan presiden AS itu “baik-baik saja.” Trump berterima kasih kepada penegak hukum dan petugas, yang telah cepat tanggap menyikapi kasus tersebut.
Pelaku penembakan Trump itu, disebutkan berdiri di atap sebuah bangunan tinggi. Penembak itu dipersenjatai dengan senapan jenis AR.
Mengutip laman NorthJersey.com, senjata AR-15 merupakan senapan semi otomatis. Senjata ini sangat terkenal, karena berbagai insiden penembakan di Amerika pelaku sering menggunakan senapan tersebut.
AR-15 yang digunakan pelaku bukanlah singkatan dari Assault Rifle melainkan ArmaLite Rifle. Penggunaan nama senjata itu, diambil dari nama perusahaan yang pertama kali mengembangkannya di 1950-an.
Diketahui, senjata AR-15 legal untuk kepemilikan sipil di banyak wilayah Amerika. Senjata tersebut banyak disukai penggemar senapan, karena fiturnya yang dapat dikustom, akurasi, dan kemudahan penggunaan.
(Saepul/Budis)