Waspada! Kemenkes sebut Kasus ISPA dan Covid-19 Naik, Jawa Barat Daerah Tertinggi

Kemenkes sebut Kasus ISPA dan Covid-19 Naik
Ilustrasi-Kemenkes sebut Kasus ISPA dan Covid-19 Naik (AI Meta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah terjadi peningkatan tren kasus penyakit influenza maupun penyakit serupa influenza (ILI) di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan serupa juga terjadi pada penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan Covid-19.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan peningkatan kasus serupa juga terjadi di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Ia menjelaskan situasi peningkatan kasus ini didominasi oleh virus influenza tipe A. Gejala yang umumnya timbul yakni hidung tersumbat, bersin, batuk yang kadang disertai dengan sakit tenggorokan, demam dan nyeri tubuh.

Baca Juga:

Suhu di Arab Meningkat, Penyakit ISPA Ancam Jemaah Haji Indonesia

Dinkes Imbau Masyarakat Perhatikan Perubahan Cuaca yang Landa Kota Bandung Sering Terjadi Ispa

 

Aji mengatakan kenaikan tren kasus influenza dan ILI saat ini karena adanya peralihan ke musim hujan dan kualitas udara yang buruk di beberapa kota di Indonesia.

“Ini karena pada saat itu suhu udara lebih rendah dan kelembapan tinggi sehingga membuat virus mudah bertahan, mereplikasi dan menyebar luas,” kata Aji

Jawa Barat Daerah Tertinggi Kasus ISPA

Kemenkes mengatakan, Jawa Barat menjadi daerah tertinggi ISPA dengan 1,78 juta kasus. Angka ini merupakan kalkulasi sejak awal tahun hingga 11 Oktober. Periode serupa juga mencacat terdapat 1,62 juta dan 1,34 juta kasus ISPA di Jawa Barat dan Jakarta.

Jawa Timur juga menjadi daerah dengan tingkat ILI tertinggi dengan 344 ribu kasus. Di susul oleh Jawa Tengah 174 ribu kasus, Jawa Barat 171 ribu kasus, dan Sumatera Utara dengan 145 ribu kasus.

Selain itu, Kemenkes juga melaporkan perkembangan situasi kasus Covid-19 dengan 425 konfirmasi terinfeksi sepanjang tahun ini. Ada tambahan 11 konfirmasi aktif di 8 provinsi pada pekan ke-40 atau 29 September 2025 sampai dengan 5 Oktober.

Tiga provinsi dengan penambahan terbanyak ada di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Selanjutnya pada pekan ke-41 atau 4 – 11 Oktober, terdapat 11 kasus positif dari 525 pemeriksaan Covid-19. Varian dominan di Indonesia adalah XFG (57%), LF.7 (29%), XFG 3.4.3 (14%) di bulan Agustus.

Varian dominan Covid-19 yang ada di Indonesia saat ini termasuk dalam kategori varian dengan risiko rendah. Kemenkes mengatakan kasus konfirmasi Covid-19 belum bisa dikatakan menurun.

(usamah kustiawsan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City