Wanita Muda yang Bunuh Diri di Neo Solo Grand Mall, Sempat Curhat Punya Masalah Berat

Terapis Spa Bekasi
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus bunuh diri V (26), warga Desa Ngepungsari, Jatipuro, yang melompat dari lantai 4 Neo Solo Grand Mall pada Minggu (30/11/2025) malam.

Peristiwa tragis itu sempat menggegerkan pengunjung mall maupun warga Solo. Video dan foto detik-detik evakuasi korban beredar di media sosial, memicu berbagai spekulasi publik.

Namun, polisi menegaskan penyelidikan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan motif dan latar belakang kejadian.

Sempat Curhat Soal Masalah Berat ke Teman

Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sudarmianto mengatakan, bahwa sebelumnya korban empat menyampaikan sedang menghadapi persoalan berat kepada seorang teman dekat. Curhatan itu terjadi dua hari sebelum korban melakukan aksi bunuh diri.

“Dari hasil penyelidikan, korban memang ada masalah. Dua hari sebelumnya, dia curhat ke temannya bahwa sedang menghadapi persoalan berat. Untuk detail masalahnya, saat ini belum terungkap,” ujar Sudarmianto, melansir Metro News, Selasa (2/12/2025).

Polisi telah memanggil teman kerja yang menerima curhatan tersebut untuk dimintai keterangan. Namun, pemeriksaan belum dapat dilakukan karena saksi meminta penundaan dengan alasan pekerjaan.

“Sudah dilakukan pemanggilan, tapi yang bersangkutan meminta waktu. Kita tetap menunggu karena keterangan ini penting untuk mengungkap motif,” kata Sudarmianto.

Datang Sendiri ke Mall dan Langsung Melompat

Rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan rangkaian aktivitas korban sejak memasuki area mall. V tiba di lokasi seorang diri mengendarai sepeda motor.

Setelah memarkir kendaraannya, ia langsung menuju lantai 4 tanpa melakukan aktivitas lain seperti berbelanja, makan, atau berinteraksi dengan orang lain.

“Waktu saat korban datang dan melompat sangat singkat. Dia parkir motor, langsung ke lantai 4, lalu lompat. Saat kejadian area lantai 4 memang sepi,” jelas Sudarmianto.

Polisi memperkirakan pola tersebut mengindikasikan korban sudah memiliki niat kuat untuk mengakhiri hidupnya sebelum tiba di mall.

Keterangan Kepala Desa: Jarang Pulang, Tinggal Bersama Ibu

Informasi tambahan datang dari Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto. Ia membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Menurutnya, V dikenal jarang pulang dalam beberapa waktu terakhir.

“Benar, dia warga Ngepungsari. Informasinya memang sudah lama jarang pulang. Dia tinggal hanya bersama ibunya, ayahnya sudah meninggal dunia,” terang Paryanto.

Kondisi keluarga ini membuat polisi mempertimbangkan kemungkinan bahwa persoalan pribadi maupun tekanan mental menjadi faktor pemicu tindakan korban.

Baca Juga:

Kepala Sekolah SMP Syahid 2 Cilincing Ditemukan Gantung Diri di Ruang Kerja

Polisi Selidiki Kasus Bunuh Diri Siswi MTs di Sukabumi yang Diduga Akibat Perundungan

Polisi Dalami Motif dari Sisi Psikologis dan Lingkungan

Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari keluarga, rekan kerja, dan pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan korban. Penyelidikan mencakup dua aspek: kondisi psikologis korban dan dinamika lingkungan sosialnya.

Polisi juga belum dapat membeberkan apakah ada tekanan ekonomi, konflik hubungan, atau faktor lain yang mungkin mendorong korban melakukan bunuh diri.

“Kami masih mendalami semua kemungkinan. Termasuk pesan, komunikasi terakhir, dan barang-barang yang dibawa korban,” ujar Sudarmianto.

Pihak Mall Bersikap Kooperatif

Pengelola Neo Solo Grand Mall disebut kooperatif dalam memberikan akses rekaman CCTV dan membantu proses olah TKP. Area kejadian sempat ditutup sementara hingga proses identifikasi selesai dilakukan.

Tim medis memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka akibat jatuh dari ketinggian.

Kasus bunuh diri seperti yang menimpa V menyoroti kembali pentingnya deteksi dini terhadap tekanan mental dan kesehatan psikologis. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan kasus serupa di daerah perkotaan mengalami peningkatan, terutama pada kelompok usia produktif.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berpikir untuk menyakiti diri atau bunuh diri, mohon segera hubungi layanan bantuan melalui kontak 119 (ekstensi 8) atau akses www.healing119.id untuk terhubung dengan konselor.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025