BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Grup musik Voice of Baceprot (VOB) kembali menunjukkan tajinya, kali ini bukan sekadar lewat dentuman musik metal mereka, tapi lewat pesan kuat yang menggugah hati.
Dalam Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, VOB menyoroti isu eksploitasi tambang dan kerusakan lingkungan lewat monolog yang menggetarkan sebelum membawakan lagu “Mighty Island.”
Vokalis sekaligus gitaris, Firda Marsya Kurnia, menyebut lagu tersebut sebagai “lagu duka” bagi alam yang telah dieksploitasi tanpa henti oleh industri pertambangan.
“Lagu ini adalah lagu duka bagi alam, di mana dia dulu memberi kita makan, namun kini hanya menyisakan lubang-lubang dalam sisa tambang,” ucap Firda dengan nada tegas di hadapan penonton yang terpaku menyimak.
Solidaritas untuk Korban Perusakan Alam
Tak berhenti di situ, Firda menegaskan bahwa “Mighty Island” ditulis bukan hanya sebagai bentuk ekspresi seni, tetapi juga seruan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak langsung dari praktik eksploitasi alam.
“Kami menulis lagu ini untuk mereka-mereka yang tanahnya dirampas, airnya diracun, dan suaranya dibungkam,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah penonton yang memenuhi ruangan.
Pesan yang disampaikan VOB terasa seperti mantra musik untuk bumi yang terluka. Melalui lirik dan energi panggung yang menggetarkan, mereka seolah mengingatkan publik bahwa kerusakan lingkungan bukan sekadar isu pinggiran, melainkan krisis yang mengancam kehidupan.
Baca Juga:
Jadwal Konser dan Acara Musik Bandung Akhir Pekan Ini: Dari White Chorus hingga FOREVER KIDS VOL.1
BLACKPINK Mulai Syuting Video Musik Baru, Comeback Diprediksi Sebelum Akhir 2025
Alarm bagi Manusia
Dalam monolognya, Firda juga menyampaikan pesan tajam bahwa lagu ini bukan hanya bentuk keluhan, tetapi peringatan keras bagi seluruh manusia.
“Lagu ini juga adalah alarm peringatan. Bahwa ketika bumi dihisap habis, yang mati bukan hanya alam, tapi juga manusia si perusak alam nomor satu,” tegasnya lantang.
Ucapan tersebut sontak menggema di dalam gedung dan membuat suasana hening sesaat sebelum sorakan dan tepuk tangan panjang pecah. Penampilan itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam gelaran Pidato Kebudayaan DKJ tahun ini.
Usai menyampaikan monolognya, Voice of Baceprot melanjutkan dengan membawakan “Mighty Island”, lagu penuh energi yang memadukan distorsi gitar garang dan pesan ekologis mendalam.
Dengan penampilan yang berapi-api, trio asal Garut ini membuktikan bahwa musik bisa menjadi medium paling kuat untuk menyuarakan kepedulian terhadap bumi.
(Hafidah Rismayanti/Budis)











