Viral! Keluarga Pasien Bawa Alat Karaoke ke Rumah Sakit Bikin Warganet Gaduh

Bawa Alat Karaoke ke Rumah Sakit
Bawa Alat Karaoke ke Rumah Sakit (TikTok/@sahabatalstroshorts2)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah video yang diunggah ke akun TikTok @sahabatalstroshorts2 pada Kamis, 12 Mei 2025, tengah menjadi sorotan publik. Aksi tak biasa dari keluarga pasien mendadak viral dan menuai reaksi beragam di media sosial dengan bawa alat karaoke ke rumah sakit.

Bukan cuma dipajang, mereka bawa alat karaoke itu langsung digunakan, membuat suasana rumah sakit yang seharusnya tenang berubah menjadi panggung hiburan dadakan.

Dengan suara musik dan nyanyian yang terdengar nyaring, momen ini sontak memancing respons cepat dari pihak rumah sakit. Seorang petugas langsung datang dan menegur aksi tersebut dengan tegas.

“Astagfirullahalazim ya Allah… Eh, enggak boleh dalam rumah sakit karaoke!” terdengar suara petugas dalam video tersebut.

Petugas itu pun langsung meminta agar alat karaoke segera dimatikan dan dibawa ke luar ruangan.

“Saya panggil satpam ya! Enggak boleh, tahu enggak? Ada aturan rumah sakit ini, enggak boleh ya! Udah, Bapak keluar, keluar Bapak. Orang lagi sakit!,” kata petugas tersebut.

Baca Juga: 

Viral Video Polisi Thailand Selamatkan WNI yang Disekap, Ini Kata Hubinter Polri

Polda Metro Jaya Usut Grup Fantasi Sedarah yang Viral di Facebook!

Suasana Rumah Sakit Berubah Jadi Panggung Hiburan?

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti di rumah sakit mana kejadian ini terjadi. Meski begitu, video berdurasi singkat tersebut sukses memancing perhatian luas dari para netizen.

Reaksi yang muncul pun campur aduk mulai dari gelak tawa karena keabsurdan situasi, hingga kritik tajam soal ketidaksensitifan keluarga pasien terhadap kondisi sekitar.

“Ini dia keluarga pasien karaoke di rumah sakit,” tulis pengunggah dalam keterangan videonya.

Netizen pun ramai membagikan tanggapan mereka. Ada yang menilai peristiwa ini sebagai cerminan rendahnya kesadaran publik terhadap etika di ruang publik, khususnya tempat yang penuh dengan suasana duka dan perjuangan seperti rumah sakit.

Namun, tak sedikit pula yang menjadikan kejadian ini sebagai bahan lelucon karena dianggap terlalu absurd untuk terjadi di dunia nyata.

Peristiwa ini menyisakan catatan penting tentang pentingnya menjaga etika di ruang publik, terutama di tempat seperti rumah sakit. Suasana hening dan tenang bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi menjadi bagian dari proses penyembuhan pasien.

Rumah sakit sejatinya adalah tempat bagi orang-orang yang sedang berjuang untuk pulih, bukan tempat untuk bersenang-senang secara berlebihan. Sekecil apapun tindakan kita, bisa berdampak besar pada kenyamanan dan keselamatan orang lain.

(Hafidah Rismayanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City